‘Cak Yanto’ Nahkodai Indosat di Jateng dan DIY

Ngalir Saja, Ikuti Keinginan Pasar

SOEJANTO PRASETYA- Head of Region Central Java Indosat Ooredoo Hutchison (IOH). FOTO : ANING KARINDRA/JATENG POS

JATENGPOS.CO.ID,  SEMARANG – MENGEMBAN amanah sebagai Head of Region Central Java Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) membuat Soejanto Prasetya harus bisa langsung menyesuaikan diri di tempat baru. Bagi pria yang akrab disapa ‘Cak Yanto’, membawahi wilayah kerja di provinsi Jateng dan DIY menjadi yang pertama kalinya selama 28 tahun berkarir di Indosat.

“Dari Sabang sampai Merauke, selama 28 tahun bekerja di Indosat, baru kali ini saya  mendapat tugas di wilayah Jateng dan DIY. Dan ini menjadi tantangan baru,” kata Cak Yanto, saat ditemui usai Serah Terima Jabatan Head of Region Central Java Indosat Ooredoo Hutchison, di Gedung Indosat Pandanaran Semarang, Selasa (27/2/2024).

Bersyukur, pria asli Pamekasan Madura ini mudah untuk beradaptasi. Cak Yanto yang sebelumnya berkantor di Surabaya dan menjabat sebagai Head of Region Jawa Bali Nusra selama 8 tahun ini mengaku jika setiap daerah itu memiliki keunikannya masing-masing, dengan segala budaya masyarakat dan budaya kerja yang berbeda.

“Semua daerah ada keunikan sendiri selama saya berdinas di Indosat. Untuk itulah, dimana kita dinas, disitulah budaya baru kita pakai. Jadi ya harus bisa segera menyesuaikan diri,” tukasnya.

Seperti halnya saat berkantor pertama kali di Central Java Region, Cak Yanto mengaku, sempat ada hal yang di luar dugaan di lingkungan kerjanya. Namun, tetap harus bisa menyesuaikan diri.

“Yang terpenting kita melakukan integrasi dan koordinasi ke dalam dulu bersama tim untuk kinerja yang solid ke depannya, sehingga akan diperoleh hasil yang maksimal,” ujarnya.

Terkait langkah-langkah kinerja yang akan segera dilakukan, Cak Yanto pun tak mau muluk-muluk. Baginya tidak ada gebrakan yang luar biasa.

“Target pasti ada. Apalagi sekarang kita kelola 2 brand langsung (IM3 & Tri), dan kita kelola tantangan yang ada, dimana tahun ini kinerja IOH di Jateng dan DIY harus naik minimal 15% dari tahun lalu. Tidak ada gebrakan yang luar biasa. Kita ngalir saja, ikuti keinginan pasar,” tegasnya.

Menurutnya, dalam dunia bisnis telekomunikasi, yang diinginkan masyarakat itu sebenarnya hanya ada 3 hal penting. Yang pertama Cakupan, seperti pada IOH ini cakupan wilayahnya sejauh apa yang dikuasai dan harus sampai ke rural (area perdesaan).

Selanjutnya, yang kedua Jangkauan, khususnya dari sisi harga produk dan jaringannya. Adapun yang terakhir, Teknologi yang kita tawarkan seperti apa, mengikuti perkembangan jaman.

Sementara itu, kehadiran Cak Yanto sebagai Head of Region Central Java Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mulai Februari 2024 ini resmi menggantikan Swandi Tjia yang kini menjabat sebagai Head of Circle Kalisumapa (Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua) IOH. (aln)