Calon Potensial Pilwakot Semarang 2024

Opini ditulis: Bambang Sadono. Foto:dok/jatengpos

Dinamika Pilkada Kota Semarang 2024 cenderung melambat. Pertama karena “political market leader” dipegang oleh PDIP.

Hasil Pileg 2024, PDIP mendapat 14 kursi di DPRD, hingga jadi satu- satunya partai yang bisa mengusung sendiri calon walikota-wakil walikota tanpa koalisi. Walaupun keperkasaan PDIP di Kota Semarang menyurut.

Pileg 2019 kursi di DPRD masih 19. Tidak mengherankan dalam Pilwakot 2020, partai – partai lain menyerah. Maka pada Pilwakot 2020, Hendrar “Hendi” Prihadi, Ketua DPC PDIP Kota Semarang, muncul sebagai calon tunggal.

Dominasi PDIP sebagai pemimpin pasar politik di Kota Semarang, menyebabkan keputusannya ditunggu. Apalagi biasanya, ketua umum DPP PDIP Megawati, mengambil keputusan pada saat saat terakhir.

Ketidakpastian ini ditambah dengan kasus pernyataan tidak akan mencalonkan lagi dari petahana walikota Hevearita Gunaryati Rahayu. Ternyata disaat terakhir pendaftaran, menyatakan akan maju lagi.

Pertanyaannya apakah strategi, untuk mengambil keputusan pada waktu “injury time” bagi PDIP, yang membuat partai dan calon lain menunggu masih efektif. Faktanya dukungannya tidak sekuat saat Pilwakot 2020. Juga faktor calon, yang tidak seperkasa Hendi waktu itu.

 

Potensi Calon

Ketidakpastian calon yang akan diusung PDIP, membangkitkan semangat tokoh tokoh lain untuk mempersiapkan diri. Sebut misalnya Ir. Iswar Aminuddin, MT. Jabatannya Sekretaris Daerah Kota Semarang, jabatan tertinggi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di tingkat kota. Pengalamannya mengelola birokrasi dan organisasi pemerintahan sudah teruji.

Di sisi lain kemampuan teknokrasi terutama dalam perencanaan kota, sesuai dengan keahlian dan pendidikannya. Sangat cocok untuk menghadapi masalah- masalah kota Semarang yang menahun, seperti banjir dan rob.

Calon lain yang layak diperhitungkan adalah Yoyok Sukawi, pengalamannya di legislatif mulai dari DPRD provinsi sampai ke DPR RI. Juga pengalamannya yang panjang memimpin Persatuan Sepakbola Indonesia Semarang (PSIS) pasti punya dukungan publiknya sendiri, terutama di kalangan generasi muda.

Di belakang Yoyok, ada nama mantan walikota Sukawi yang memimpin kota Semarang dua periode, sama populernya dengan Hendi. Pasti jejak jejaknya masi ada.

 

Musuh Bersama

PDIP harus cermat menentukan calonnya. Pilihan pertama tentu petahana Hevearita, kecuali ada pertimbangan yang sangat khusus. Peluang terpilihnya cukup besar, karena sebagai petahana leluasa untuk menggunakan berbagai sarana dan kegiatan pemerintahan.

Pilihan berikutnya Iswar, yang kedekatannya dengan Hendi pasti telah teruji. Sudah jadi Sekda saat Hendi jadi walikota. Atau memasangkan walikota petahana, dan Iswar sebagai wakilnya. Ketika saya wawancara, Iswar membuka kemungkinan untuk jadi wakil.

Jika Iswar tidak diambil PDIP, besar kemungkinan akan diambil partai partai yang lain. Namun ini harus jadi pertimbangan partai partai di luar PDIP, jika ada dua calon termasuk Yoyok, akan melemahkan perlawanan terhadap petahana.

Kemungkinan yang lain, seluruh partai di luar PDIP berkoalisi dengan menggabungkan Yoyok Sukawi-Iswar. Jika ini terjadi maka akan terjadi duel maut di Pilwakot Semarang 2024.

Apapun yang akan menjadi strategi calon dan partai, sosialisasi massif para calon harus dilakukan. Kalau menunggu sampai rekomendasi turun, waktu sudah tidak cukup lagi. Apalagi kalau melawan petahana, yang tiada hari tanpa sosialiasi dan kampanye.

Semua kembali pada warga Semarang. Yang disenangi belum tentu bisa. Yang bisa belum tentu dicalonkan. Yang dicalonkan belum tentu disenangi. (*)

Semarang, 15 Juni 2024.
Penulis: Bambang Sadono (mantan wartawan, host Kanal Inspirasi Jawa Tengah).