Canva Tingkatkan Kreativitas Guru Dan Siswa

Kualitas proses pembelajaran di sekolah ditentukan oleh banyak faktor. Salah satu faktor yang terpenting adalah guru. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 pasal 8, kompetensi guru meliputi kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Guru dituntut untuk selalu meningkatkan kompetensi agar kualitas pembelajaran meningkat. Diantara indikator dari kompetensi profesional adalah kemampuan memanfaat TIK dalam pembelajaran.

 Aplikasi yang sering digunakan oleh guru pada pembelajaran adalah microsoft powerpoint. Tidak terkecuali guru SMP Negeri 2 Kedung. Sebenarnya ada sebuah aplikasi yang sangat bagus digunakan sebagai media pembelajaran yaitu canva. Canva sudah dikenal baik oleh masyarakat termasuk guru. Tetapi canva lebih dikenal sebagai aplikasi untuk membuat poster atau hal-hal yang berkaitan dengan desain grafis. Tidak banyak yang tahu bahwa canva dapat digunakan sebagai slide presentasi seperti  powerpoint. Bahkan dapat digunakan sebagai media pembelajaran interaktif. Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan pengirim kepada penerima untuk merangsang perasaan, perhatian dan minat peserta didik (Syahroni et al., 2020).  Interaktif berarti ada komunikasi dua arah. Ini berarti pengguna tidak hanya melihat tapi bisa berinteraksi langsung dengan media.

Mengapa canva dapat dijadikan alternatif pembuatan multimedia pembelajaran interaktif? Karena berbagai fitur telah disediakan oleh canva yang dapat kita manfaatkan untuk desain tampilan yang menarik dan interaktif yang akan kita gunakan (Enterprise, 2021). Banyak kelebihan yang dapat dimanfaatkan. Seperti membuat desain menggunakan berbagai template, font, hyperlink, animation, gift, serta dapat mengunggah foto, video, audio, link, dan sebagainya. Salah satu kekuatan canva adalah terletak pada unsur elemen. Pengguna dapat memilih berbagai macam elemen yang sangat menarik untuk mempercantik tampilan media. Bahkan penulis menyebut aplikasi canva adalah aplikasi yang “rakus”.

            Berawal dari permasalahan tersebut perlu diadakan pelatihan dan bimbingan pembuatan media pembelajaran interaktif dengan canva kepada guru SMPN 2 Kedung. Pelatihan dilakukan oleh kepala sekolah dibantu oleh salah seorang guru selama 3 hari. Materi pelatihan adalah pengenalan aplikasi canva, cara membuat akun canva, pengenalan fitur canva, manajemen tim di canva, pengenalan multimedia interaktif dengan canva, membuat rancangan multimedia dan pembuatan multimedia. Setiap peserta wajib membuat minimal sebuah multimedia pembelajaran interaktif (MPI) dengan canva. Pembuatan media dibimbing langsung oleh instruktur.

            MPI yang dibuat berisi menu-menu  MPI pada umumnya. Yaitu diawali dengan intro, tombol star yang digunakan untuk masuk pada menu utama. Menu utamanya terdiri atas petunjuk penggunaan, KI/KD, materi, latihan soal dan evaluasi. Dapat ditambah menu profil pembuat dan menu keluar. Sub materi dapat berisi teks animasi, pdf, video, video dari youtube dan sebagainya. Canva mendukung untuk membuat file pdf, jpg, video ataupun link dari aplikasi lain yang “embed” di canva. Latihan soal dan evaluasi bisa menggunakan canva itu sendiri atau dari google form, quizizz yang bisa dibuat link atau di”embed”.

            Dari hasil pelatihan diperoleh data 54% peserta mampu membuat multimedia dengan baik, 36 % cukup baik dan 10% belum mampu membuat multimedia. Salah satu alasan kenapa banyak peserta yang berhasil dengan baik adalah karena kemudahan yang ditawarkan oleh canva. Pengguna tidak perlu menguasai script seperti pada software flash. Tetapi cukup drag and drop seperti pada powerpoint. Bahkan hasilnya jauh melebihi multimedia yang dibuat dengan powerpoint. Terutama pada tampilan media yang terlihat profesional karena template yang indah sudah tersedia di canva.

            Canva dengan berbagai kelebihannya tentu saja memiliki kelemahan. Kelemahannya adalah MPI berbasis canva hanya bisa digunakan secara online. Walaupun bisa disiasati dengan mengimport MPI ke pdf. MPI yang berekstensi pdf memungkinkan link-linknya aktif tetapi tidak dapat menampilkan animasi. Hal ini tentunya sangat memberatkan sekolah yang tidak punya jaringan wifi dengan baik.

Nama              : DUHRON FIRDAUS, S.Pd., M.Pd.

Kepala  SMPN 2 KEDUNG Kedung Jepara