Capai Ketuntasan Belajar matematika dengan TGT

ADITYA KUSUMA ASTUTI, S.Pd : SDN 1 Purwokerto Kec. Patebon Kab. Kendal

Pelajaraan Matematika perlu diberikan kepada peserta didik mulai jenjang Sekolah Dasar untuk membekali mereka dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif serta kemampuan bekerja sama. Menurut Raharjo (2007:15) tujuan pembelajaran Matematika Pada jenjang Sekolah Dasar (SD) pada dasarnya untuk mendidik dan memberi bekal kemampuan dasar kepada siswa untuk berfikir dan bertindak secara logis dan sistematis dalam keseharian. Salah satu materi yang dipelajarai pada mata pelajaran Matematika di kelas V terdapat dalam KD. 3.1 Menjelaskan dan melakukan pemangkatan (pangkat dua dan tiga) dan penarikan akar (akar pangkat dua dan tiga) bilangan cacah dan KD.4.1 Menyelesaikanmasalah yang berkaitan dengan pemangkatan (pangkat dua dan tiga) dan penarikan akar (akar pangkat dua dan tiga) bilangan cacah.

Masih rendahnya kemampuan belajar pada mata pelajaran Matematika  di SDN 1 Purwokerto Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal dengan materi bilangan berpangkat dua dan tiga, dikarenakan belum ada penggunaan metode pembelajaran yang tepat. yang sesuai dengan karakteristik materi maupun kondisi siswa, Pemilihan metode yang sesuai menjadikan siswa aktif dan kreatif. Pembelajaran  konvensional yang bersifat satu arah menjadikan siswa pasif minim aktivitas sehinnga mudah jenuh dalam mengikuti pembelajaran. Penanganan masalah tersebut adalah  dengan cara mencari metode pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan materi yang diajarkan. Inovasi perlu dilakukan oleh Guru sebagai pendidik agar mampu melakukan pembelajaran yang menyenangkan, menggaerahkan sehingga diperoleh hasil yang maksimal.

Menurut Prasetyo (2008:72), Model pembelajaran merupakan prosedur yang tersistem dalam mengorganisasikan aktivitas pembeljaran untuk mencapai tujuan belajar. Pembelajaran kooperatif model Teams Game Tournamnt (TGT) sangatlah mudah diterapkan. Metode ini sangatlah efektif karena melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status. Siswa dilibatkan sebagai tutor sebaya yang dikemas dalam permainan.

Adapun langkah langkah pembelajaran yang dilakukan adalah sebagai berikut : Pertama, Penyajian Kelas. Pada langkah ini guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan materi tentang bilangan berpangkat dua dan tiga kepada siswa. Kemudian siswa dikelompokkan bisa secara virtual menggunakan platform wa group, zoom cloud meeting,  ataupun secara tatap muka  menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 4–6 orang dengan kemampuan masing-masing anggotanya yang beragam. Kedua, Game. Setelah itu, soal diberikan kepada siswa untuk dikerjakan Bersama tim mereka. Di sinilah fungsi tutor sebaya dimana siswa paham akan materi mereka harus memberikan penjelasan kepada teman mereka yang sekiranya masih belum paham. Kemudian masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka. Ketiga, Turnamen. Setelah permainan dalam kelompok  selesai, tiap kelompok memilih anggota terbaik untuk bertanding dengan anggota dari kelompok lainnya yang kemampuannya setara. Dalam turnamen, kompetisi antar siswa akan terjadi  untuk mendapatkan skor terbanyak. Keempat, Pemberian Penghargaan. Setelah skor dijumlahkan guru kemudian memberikan penghargaan kepada masing-masing kelompok sesuai dengan skor yang mereka peroleh.

Penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe teams game tournament (TGT) pada mata pelajaran Matematika  kelas V SDN  I Purwokerto kecamatan Patebon Kabupaten Kendal bisa meningkatkan nilai akhir kelas pada PH tentang materi bilangan berpangkat dua dan tiga dengan rata rata nilai kelas 85,4. Dan pada rata rata nilai ketrampian sebesar 81,4. Selain itu aktifitas pembelajaran menjadi lebih aktif dan menyenangkan.

 ADITYA KUSUMA ASTUTI, S.Pd

SDN 1 Purwokerto Kec. Patebon  Kab. Kendal