CCEP Indonesia Dukung Prokasih dan Aksi Kolektif Pelestarian Laut

PROGRAM KALI BERSIH: CCEP Indonesia memberikan donasi tempat sampah pilah seusai apel gerakan Prokasih di kali Jurang Belik Desa Mlilir dan Kali Santri Lulang Desa Poncorosa, Bawen, Kabupaten Semarang. FOTO:IST/JATENGPOS

JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN– Berbagai kelompok masyarakat di Kabupaten Semarang menggelar gerakan Program Kali Bersih (Prokasih) di kali Jurang Belik Desa Mlilir dan Kali Santri Lulang Desa Poncorosa, Bawen, Kabupaten Semarang, pada akhir pekan lalu.

Aksi yang melibatkan setidaknya 400 orang dari kalangan pemerintah, swasta, dan masyarakat umum itu menjadi upaya aksi nyata mengurangi sampah berakhir di laut.

“Bagaimana pun sungai-sungai bermuara di laut. Dengan sungai yang bersih, semoga lautnya pun bersih,” kata Plant Operation Manager Semarang Plant CCEP Indonesia Ambrosius Padang Nurmandito di sela kegiatan itu, Sabtu (18/6).

Selain melibatkan karyawan sebagai relawan, CCEP Indonesia juga mendistribusikan tempat sampah pilah pada masyarakat. Harapannya, selain mencegah sampah terbuang sembarang, muncul kesadaran masyarakat terhadap pentingnya proses pilah sampah. Sehingga jumlah sampah, bahkan yang harus berakhir di tempat pembuangan akhir sekalipun, bisa dikurangi.

Prokasih, tak hanya diwarnai dengan aksi bersih-bersih sungai dan donasi tempat sampah. Tapi juga pemasangan papan larangan membuang sampah di kali pada sejumlah titik dan tebar benih ikan di sungai. Tercatat sebanyak 1.060 kilogram sampah berhasil dikumpulkan dari kegiatan itu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Semarang Heru Purwanto mengapresiasi keterlibatan berbagai kelompok masyarakat, termasuk kalangan industri, dalam Prokasih.

“Keterlibatan berbagai pihak ini menjadi kunci bagi keberhasilan program ini,” kata dia di sela kegiatan yang dipimpin Bupati Semarang Ngesti Nugraha itu.

Regional Corporate Affairs Manager-East Coca-Cola Europasific Partners (CCEP) Indonesia Armytanti Hanum Kasmito mengatakan dukungan pada Prokasih merupakan satu wujud nyata dari komitmen CCEP Indonesia mencapai rencana aksi keberlanjutan.

“Kami percaya tindakan sekecil apa pun aksi pelestarian lingkungan pada akhirnya membawa dampak besar,” katanya.

Bulan ini, warga dunia memeringati hari laut (World Ocean Day) bertema “Revitalization: Collective Action for the Ocean”. Tema itu berangkat dari masalah laut di seluruh dunia yang mengalami kerusakan dimana-mana. Padahal, laut adalah sumber kehidupan bagi umat manusia dan mendominasi tutupan dunia hingga 70 persen.

Dalam kerangka aksi kolektif inilah, menurut Army, kegiatan Prokasih menemukan relevansi dengan pelestarian laut. “Pelestarian lingkungan adalah upaya kolektif, meski inisiasi untuk memulainya bisa dilakukan oleh siapa saja,” katanya.

CCEP Indonesia juga mendorong terbentuknya aksi kolektif dalam pengurangan sampah di sekitar wilayah operasionalnya. Selain di Semarang, ada pula program Bali Beach Clean Up (BBCU), program bersih-bersih pantai yang dilakukan setiap hari sejak tahun 2007 di 5 pantai Bali, yaitu: Kuta, Legian, Seminyak, Jimbaran dan Kedonganan, serta pengolahan sampah di Desa Kepulungan, Pasuruan. (ril/muz)