Cegah Stunting PS3P UNS Pelatihan Pembuatan Egg Roll Daun Kelor di Sambirejo, Ngawen, Gunung Kidul

    Tim PS3P UNS saat pelatihan pengolahan kelor menjadi produk pangan di desa Sambirejo, Ngawen, Gunung kidul.Foto : Ade Ujianingsih/Jateng Pos

    JATENGPOS.CO.ID, GUNUNG KIDUL – Isu stunting menjadi salah satu program yang dicanangkan oleh Menteri Kesehatan karena tingginya angka stunting, salah satu desa yang masih terdampak stunting adalah Desa Sambirejo, kecamatan Ngawen, Gunung Kidul, dengan angka stunting sebesar 15%.

    Dari hasil penelitian, Kelor menjadi tanaman yang bisa menjadi salah satu upaya untuk mencegah stunting. Program pengolahan kelor menjadi produk pangan untuk dikomersialkan menjadi alternatif dalam peningkatan nilai ekonomi masyarakat desa.

    Melihat hal tersebut, Pusat Studi Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Universitas Sebelas Maret (PS3P UNS) berinisiatif menjembatani pelatihan pengolahan daun kelor dan digital marketing.

    “Tanaman kelor awalnya banyak digunakan masyarakat sebagai pakan ternak maupun ritual adat, sekarang mulai banyak digunakan sebagai bahan pangan. Hal ini jugalah yang dilakukan oleh para anggota Desa Prima Melati Sambirejo. Selain mengadakan demo pembuatan eggroll daun kelor, peserta pengabdian kepada masyarakat juga akan dibekali dengan transfer ilmu digital marketing,” kata Amalia Nadifta selaku perwakilan dari PS3P UNS, saat melakukan kegiatan di Balai Kelurahan Desa Sambirejo, Kabupaten Gunung Kidul, Rabu, (22/6/2022).

    Hadir dalam pelatihan tersebut, Sunardi, selaku perwakilan pemerintah desa dan Rahma, perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Gunung Kidul, keduanya menyatakan apresiasinya dalam pelatihan tersebut.
    “Kami menilai ada banyak manfaat dengan pelatihan ini, apalagi tanaman kelor sangat mudah ditemui di kampung. Dengan manfaat daun kelor sebagai makanan pencegah stunting akan memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Sunardi.

    Acara dilanjutkan dengan pemberian materi Digital Marketing oleh Putri Permatasari dari PS3P UNS. “Digital marketing adalah sebuah komponen marketing dari internet yang menggunakan internet dan teknologi berbasis online untuk mempromosikan produk dan jasa. Dalam melakukan digital marketing diperlukan branding dan konten. Branding memberikan indentitas dan kesan kepada produk yang ingin kita jual. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam branding adalah warna, logo, model huruf, dan slogan. Selain branding, digital marketing juga memerlukan konten. Dalam konten, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah fotografi, deskripsi, dan tagar.” Ujarnya.

    Kegiatan pengabdian dilanjutkan dengan praktik pembuatan Eggroll Daun Kelor dengan inovasi meja cetakan eggroll. “Dalam produksi eggroll, biasanya 1 kompor hanya muat untuk 2 cetakan eggroll saja, tetapi dengan meja ini bisa muat hingga 7 cetakan.” Kata Winda Hayuningtyas selaku pendamping dari Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK). Praktik ini diharapkan akan meningkatkan keterampilan bagi ibu-ibu anggota Desa Prima. Ke depan produk Eggroll Daun Kelor diharapkan dapat dikenal oleh masyarakat luas dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. (dea/bis)