Cinta Ditolak, Pria di Demak Tega Bakar Tetangganya Hingga Tewas

DIDUGA UNTUK KEGIATAN JARINGAN JI: Kompleks vila di Gintungan, Bandungan, Kabupaten Semarang, yang disebut digunakan untuk kegiatan jaringan JI, Senin (28/12/2020).

JATENGPOS.CO.ID,  DEMAK – Seorang pria di Demak, Jawa Tengah tega membakar wanita tetangganya. Korban yang mengalami luka parah, akhirnya meninggal dunia di rumah sakit. Sedangkan pelaku juga ikut terkobar api hingga mengalami luka cukup parah.

“Pelaku dan korban bukanlah siapa-siapa. Pelaku berusaha menyatakan cintanya kepada korban, namun korban itu menolak hingga akhirnya pelaku membakar toko dan korban,” jelas Kasat Reskrim Polres Demak, AKP M Fachrur Rozi, kemarin.

“Akibatnya toko korban terbakar. Korban mengalami luka bakar sekitar 90 persen dan pelaku mengalami luka bakar sekitar 30 persen. Informasi terakhir korban meninggal dunia pukul 09.05 WIB pagi di RS Sultan Agung (Semarang),” lanjut Rozi.

Rozi menjelaskan, pelaku bernama Lulus Wahyudi (40), yang masih tetangga korban, inisial LL (30). Korban meninggalkan seorang anak perempuan berusia enam tahun.

Rozi menambahkan, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti. Seperti halnya wadah berupa botol yang dijadikan pelaku membakar korban. “Bahan bakar yang dijadikan pelaku membakar korban yaitu bbm jenis pertalite,” ujar Rozi.

Rozi menjelaskan, status pelaku saat ini sebagai tersangka dan informasi lebih lanjut akan dilakukan komunikasi lebih lanjut dengan pelaku.

“Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini kami belum melakukan komunikasi dengan pelaku, karena yang bersangkutan masih dalam perawatan intensif dan sudah ada anggota yang menjaga di RSUD Sunan Kalijaga Demak,” tambah Rozi.

Meksi demikian, polisi akan menjerat pelaku dengan pasal pembunuhan berencana dan terancam hukuman mati.

“Pasal yang dipersangkakan primer 340 KUHP (pembunuhan berencana/ancaman pidana mati atau seumur hidup atau paling lama 20 tahun) subsider 338 KUHP (pembunuhan/ancaman 15 tahun) lebih subsider 355 ayat (2) KUHP (penganiayaan berat yang direncanakan/ancaman 15 tahun,” katanya.

Sedangkan polisi sejauh ini sudah memeriksa tujuh orang saksi dari peristiwa tersebut.

“Kita sudah melakukan pemeriksaan kepada saksi sebanyak tujuh orang, dan pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka,” lanjutnya.(dtc/udi)