CV Putra Tunggal Abadi Batang dan CV Pintu Rejeki Depok di Black List Pemkab Batang

Ilustrasi Proyek Irigasi.

JATENGPOS.CO.ID, BATANG – Dua proyek dinyatakan gagal oleh Pemkab Batang. Kedua proyek itu yakni, proyek peningkatan jaringan irigasi Jlegong Desa Pretek, Kecamatan Pecalungan dengan nilai kontrak Rp 392.112.600.  Paket milik DPU PR itu gagal diselesaikan oleh pelaksananya, yakni CV Putra Tunggal Abadi Batang. Kedua, proyek pembangunan sumur dalam dan menara air Desa Beji, Kecamatan Tulis senilai Rp 229.999.200 dengan pelaksana CV Pintu Rejeki Depok, Jawa Barat.

“Kedua pelaksana sudah resmi diputus kontrak dan diproses blacklist. Tetapi khusus untuk proyek irigasi, karena waktunya masih memadai, maka dilanjut oleh pemenang lelang kedua,” terang Kabag Pengendalian Pembangunan (Dalbang) Setda Batang, A Handy Hakim S Sos.

Jumlah kontraktor yang bakal diblack list bisa saja bertambah tergantung progress pekerjaan mereka. Sementara itu, sesuai pengamatan di aplikasi Simpelbang, realisasi Belanja Langsung sudah mengalami kenaikan sekitar 5% jika dibandingkan data yang disajikan saat rakorpok, Rabu (6/12). Saat rakorpok, Dalbang mengambil data progres per akhir November. Dari total Rp 610.801.439.479 nilai Belanja Langsung, realisasinya saat itu sebesar Rp 397.149.792.591 atau 65,02%. Sementara per Jumat kemarin, progresnya naik menjadi Rp 423.342.295.888 atau 69,31%. “Artinya, dalam beberapa hari terakhir ada kenaikan realisasi hampir 5% dari total Belanja Langsung,” ungkap Handy.

Sementara untuk Belanja Tidak Langsung, progresnya lebih baik. Dari total pagu Rp 1.061.398.634.338, realisasinya sudah Rp 925.564.071.724 atau 87,20%. Handy optimis, dalam dua pekan ke depan, progresnya akan mengalami kenaikan signifikan. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, banyak pencairan anggaran yang menumpuk, sehingga progres perharinya saja bisa terlihat. Harapannya, sampai tutup buku nanti, total serapannya bisa di atas 90% seperti tahun sebelumnya,” bebernya. Terkait serapan Belanja Langsung yang relatif lambat,  salah satunya terkait dengan kegiatan konstruksi, baik yang melalui lelang maupun pengadaan langsung (PL). (sef/dik)