Daring Mempengaruhi Interaksi Sosial Siswa

Dra. Lamiyati

Pandemi corona virus yang sedang melanda seluruh negara didunia. Termasuk Negara kita Indonesia, memeiliki dampak yang sangat besar. Kasus ini pertama kali terjadi  di Indonesia pada bulan Maret tahun 2020. Penyebaran virus corona yang dikenal dengan sebutan Covid-19 tidak hanya menyebabkan banyaknya korban jiwa di berbagai belahan dunia, tetapi juga berdampak pada aktifitas kehidupan sosial masyarakat. Ini disebabkan oleh adanya kebijakan kegiatan lockdown yang diambil pemerintah sebagai salah satu upaya mengurangi penyebaran virus covid-19. Pemerintah  Indonesia melawan pandemi corona dengan memodifikasi kebijakan karantina wilayah (lockdown) menjadi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang bersifat lokal sesuai tingkat keparahan di wilayah tersebut. Berbagai aktifitas seperti bekerja, belajar dan beribadah dirumah. Hal ini menyebabkan berkurangnya interksi sosial antar masyarakat.

Interaksi secara umum dapat diartikan sebagai kegiatan saling berhubungan ataupun saling bereaksi yang terjadi pada dua orang individu atau lebih. Sedangkan sosial adalah berkenaan dengan masyarakat (Wiyono, 2007:234). Pada dasarnya, manusia itu adalah makhluk sosial, yaitu makhluk yang memerlukan orang lain untuk keberlangsungan hidup yang dijalaninya. Pola interaksi merupakan suatu bentuk kegiatan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang menghasilkan suatu hubungan timbal balik antara satu individu dengan individu lainnya. Dalam proses pembelajaran, pola interaksi adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh guru kepada siswa dan terjadinya hubungan timbal balik antara guru dan siswa pada saat pembelajaran berlangsung demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.

Dalam dunia pendidikan perubahan interaksi tersebut sudah terlihat dengan jelas. Terbukti dari digantikannya proses pebelajaran secara tatap muka dengan pembelajaran secara daring. Dengan keadaan ini banyak guru yang berlomba-lomba membuat inovasi pembelajaran sistem daring, dengan adanya platfrom baru berbasis video call. Seperti zoom meeting, google meet, dan lain sebagainya, diharapkan media tersebut dapat memudahkan komunikasi saat pembelajaran. Penggunaan media ini, sangat berpengaruh terhadap capaian prestasi belajar siswa, hal ini terlihat dari perbedaan regulasi belajar sebelum dan sesudah pandemi.

Meskipun pada awalnya pemerintah menerapkan sistem pembelajaran daring (online) supaya siswa tetap dapat melaksanakan proses pembelajaran meskipun harus belajar dirumah masing-masing. Namun, dibalik setiap sisi positif suatu hal, pastilah tersimpan sisi negatif, atau setidaknya kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi. Dimana yang terjadi lebih banyak hanyalah proses pembelajaran, atau transfer pengetahuan saja tanpa mempehatikan dampaknya. Salah satu dampak yang dialami siswa, baik secara langsung maupun tidak langsung adalah kurangnya hubungan sosial baik siswa dengan siswa yang lain, maupun siswa dengan guru. Hal tersebut dapat terjadi karena tidak adanya interaksi secara langsung sehingga mempengaruhi sikap dan perilaku sosial siswa.

Kurangnya interaksi pada pembelajaran daring dapat dipengaruhi beberapa hal, antara lain 1) guru hanya memberikan tugas tanpa menerangkan materi; 2) guru belum menguasai teknologi; 3) siswa baru yang belum mengenal lingkungan sekolah; 4) ases internet yang kurang lancar. Selain keempat penyebab diatas, hal yang paling mempengarungi kurangnya interaksi sosial saat pembelajaran daring adalah peran orangtua. Orangtua berperan sebagai fasilisator, pengawas, dan pembimbing serta memberikan arahan bagi siswa sebagai pengganti peran guru di sekolah. Maka diharapkan dengan terjalinnya interaksi sosial yang baik di antara siswa, guru dan orangtua. Proses pembelajaran akan berjalan dengan baik sehingga mampu mewujudkan tujuan pelaksanaan pembelajaran daring di masa pandemi ini.

 

Oleh Dra. Lamiyati

Guru SMP Negeri 1 Karangrayung