Delapan Kecamatan di Sukoharjo Rawan Banjir

Tampak kegiatan simulasi penanganan bencana banjir di Desa Tegalmade Mojolaban Sukoharjo. FOTO : ADE UJIANINGSIH/JATENGPOS

JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Sebanyak delapan dari 12 kecamatan di Sukoharjo berpotensi terjadi banjir. Dan diperkirakan banjir parah akan terjadi di Kecamatan Mojolaban, Grogol dan Polokarto.

Menghadapi kemungkinan terjadinya banjir tersebut, Kodim 0726 bersama BPBD dan tim gabungan menyiapkan 600 personil siaga banjir dari lintas instansi. Dan selama lima hari mereka dilatih melakukan simulasi, sekaligus melakukan pemetaan lokasi penanganan bencana. “Dari 12 kecamatan, delapan diantaranya berpotensi terkena banjir, karena pengalaman tahun-tahun sebelumnya, delapan kecamatan tersebut pernah terdampak banjir. Jika curah hujan tinggi, banjir bisa meluas ke Kecamatan Sukoharjo, bendosari dan Kartasura,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo, Suprapto, Kamis (23/11).

Sebenarnya dijelaskan Suprapto, semua berpotensi terdampak banjir jika curah hujan di Sukoharjo dan Kabupaten Karanganyar, Wonogiri, Klaten dan Boyolali juga terjadi hujan deras dengan durasi lebih dari dua jam. Hanya saja ada tiga kecamatan yang berdampak lebih besar yakni kecamatan Mojolaban, Polokarto dan Grogol.

Selama lima hari sejak Senin kemarin, tim gabungan dibawah kendali Kodim 0726 dan BPBD melakukan simulasi dengan konsentrasi di tiga titik tersebut. Simulasi melibatkan seluruh instansi terkait mulai, TNI,  Kepolisian, BPBD, Satpol PP, PMI dan relawan dengan pusat kendali dari lapangan Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban.

“Tim menyiapkan sedikitnya tiga lokasi pengsian sementara di balai Desa Pranan, Laban dan Tegalmade. Dan jika banjir meluas, warga isa diungsikan ke pengungsian akhir di Stadion Mini Bekonang, kantor Kecamatan Mojolaban dan Kantor Kecamatan Grogol.” tandas Kasdim 0726/ Sukoharjo, Mayor Inf Nurul Muthahar, mewakili Dandim 0726/ Sukoharjo, Letkol Inf, Taufan Widiantoro, Kamis (23/11).

Dalam similasi, nampak ratusan warga Dukuh Kesongo, Desa Tegal Made, Kecamatan Mojolaban dievakuasi menggunakan truk menuju tempat penampungan sementara di Balai Desa setempat lantaran pemukiman mereka terkena banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo. Juga dilakukan simulasi penanganan korban banjir.
Di masing – masing balai desa menurut Kasdim dapat menampung sekira 500 warga. Namun jika masih belum cukup, sudah disiapkan tempat yang mampu menampung 2000 pengungsi yakni di lapangan Desa Wirun.
Menggingat beberapa hari terakhir, hujan sudah mulai turun. Maka dengan simulasi tim gabungan diharapkan jika terjadi bencana banjir, masing – masing instansi sudah tahu tugas pokok dan kewajibannya. (dea/mar)