Delapan Pengelola BMT Tumang Positif Covid-19 Dinyatakan Sembuh

KETERANGAN : Ketua Pengurus KSPPS BMT Tumang, Dwi Rochmiathy, memberikan keterangan pers. Foto : aji jarmaji/jateng pos

JATENGPOS.CO.ID, BOYOLALI – BMT Tumang menjadi salah satu klaster dalam kasus penularan Covid-19 di Boyolali. Ada sejumlah karyawan di Koperasi Simpang Pinjam dan Pembiayaan Syari’ah (KSPPS) ini, yang terkonfirmasi positif terpapar virus Corona.
Ketua Pengurus KSPPS BMT Tumang, Dwi Rochmiathy, mengungkapkan ada 8 pengelola BMT Tumang yang terkonfirmasi positif. Kini kondisi mereka sudah dinyatakan sembuh semua.

“Delapan orang sudah dinyatakan sembuh semua,” kata Dwi Rochmiathy, dalam keterangan pers kepada para wartawan, Rabu (19/8).

Dijelaskan kronologi Covid-19 menerpa salah satu pengelola dan kemudian menular ke sejumlah pengelola lainnya di BMT Tumang.
“Salah satu pengelola KSPPS BMT Tumang berinisial AZ (ABZ) tidak masuk kantor pusat sejak 9 Juli 2020, dikarenakan sakit.

Pada tanggal 23 Juli 2020 berdasar hasil pemeriksaan dan tes swab, AZ dinyatakan positif Covid-19, dan telah dilakukan perawatan di salah satu rumah sakit di Solo,” jelas Dwi.
AZ akhirnya meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit.

Setelah mengetahui AZ positif Covid-19, Dinas Kesehatan Boyolali melakukan tracing kontak erat. Semua pengelola yang berada dalam satu kantor dengan AZ, yaitu di kantor Pusat dan tiga kantor cabang yang pernah dikunjungi, terhitung sejak 6 Juli 2020, masuk dalam tracing kontak erat dan wajib melakukan tes swab serta karantina mandiri selama 14 hari.

“Jumlah yang masuk dalam daftar tracking sebanyak 75 orang. Dari hasil tes swab, 67 orang terkonfirmasi negatif dan yang terkonfirmasi positif ada 8 orang. Delapan orang itu saat ini sudah dinyatakan sembuh semua,” ujarnya.

Semua kantor BMT Tumang kini telah buka semua untuk melayani masyarakat. Dalam pelayanan kepada para nasabah, BMT Tumang juga menerapkan protokol kesehatan secara ketat disemua kantornya baik kantor pusat dan seluruh kantor cabang yang tersebar di wilayah Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur.

“KSPPS BMT Tumang telah memberlakukan protokol Covid-19 di setiap kantor dengan menerapkan beberapa hal sebagai upaya pencegahaan terpapar dan tersebarnya Covid-19,” papar Dwi.

Antara lain, pengecekan suhu badan kepada setiap orang yang masuk area kantor BMT Tumang. Pengelola, anggota dan tamu juga wajib mencuci tangan menggunakan sabun atau membasuh pakai hand sanitizer.

Secara berkala juga dilakukan desinfeksi di seluruh ruangan dan tempat khusus yang sering dipakai publik. Serta pengurangan jam kerja bagi karyawan divisi tertentu.

“Kami juga membagikan paket sehat kepada masyarakat sebanyak 887 paket, memberikan bantuan APD kepada rumah sakit dan tenaga kesehatan di satu rumah sakit serta lima Puskesmas. Selain itu juga ada program bank pangan, yaitu pembagian paket beras bagi masyarakat terdampak Covid-19 disekitar kantor cabang. Hingga saat ini telah terdistribusi sebanyak 7,5 ton,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, Ratri S Survivalina, mengapresiasi BMT Tumang yang telah melaksanakan protokol kesehatan. Pasalnya, BMT Tumang sendiri sudah mengalami satu kejadian penularan Covid-19.

“Kejadian itu tak perlu dijadikan kepanikan, karena bisa juga menimpa institusi lainnya. Yang terpenting, bagaimana segera dilakukan upaya untuk mengatasi masalah yang muncul,” tandasnya. (aji/bis/rit)