Dengan Cepat, Keluarga AKP Prayoga Dapat Santunan Dari Jasa Raharja

    28
    SANTUNAN - Jasa Raharja Cabang Utama Jawa Tengah saat memberikan santunan kepada keluarga korban kecelakaan.

    JATENGPOS.CO.ID,  SEMARANG – Jasa Raharja Cabang Utama Jawa Tengah memberikan Santunan Korban Laka Lantas Beruntun di Jalan Prof Sudarto dekat gerbang Polines Kec. Tembalang Kota Semarang yang terjadi pada Hari Jumat, 24 September 2021, Korban Meninggal Dunia adalah seorang Anggota Polri Aktif bernama AKP Prayoga, yang beralamat di GG. Musi No.10, RT.5/2, Ds. Sidomulyo, Kec. Ungaran Timur, Kab. Semarang, korban Meninggal Dunia di TKP karena mengalami Luka dalam karena Kejadian tersebut. Korban menjabat sebagai Panit IV Subdit I Krimum Polda Jateng.

    Sehubungan dengan hal tersebut Kepala Jasa Raharja Cabang Utama Jawa Tengah Jahja Joel Lami melalui Kepala Petugas KPJR Ungaran Ardiana Peni bergerak cepat dalam memberikan Santunan Kepada Istri Korban yang bernama Diah Fenti Sunarbowo yang beralamat di GG. Musi No.10, RT.5/2, Ds. Sidomulyo, Kec. Ungaran Timur, Kab. Semarang

    Jahja Joel Lami mengucapkan Turut Berduka Cita yang sedalam-dalamnya kepada Pihak Keluarga dan mengatakan bahwa Santunan sudah diserahkan Oleh Jasa Raharja Cabang Utama Jawa Tengah hari ini kepada Ahli Waris sesuai Hak nya, Untuk Santunan bagi Korban Meninggal Dunia sesuai Peraturan Menteri Keuangan No. 16/PMK.010/2017 akan diberikan Santunan sebesar Rp. 50 juta.

    “ini sebagai wujud Negara Hadir bagi Korban Kecelakaan lalu lintas Jalan maupun Kecelakaan Angkutan Umum dan Jasa Raharja terus terus berupaya Proaktif dalam penyelesaian santunan Jasa Raharja kepada setiap korban yang mengalami musibah kecelakaan lalu lintas dengan cepat dan tepat”, kata Jahja Lewat keterangannya.

    Untuk korban luka-luka, Jasa Raharja akan berkoordinasi dengan pihak Rumah Sakit dimana korban dirawat, guna memberikan surat jaminan biaya perawatan kepada rumah sakit dengan biaya perawatan maksimum Rp.20.000.000,- serta menyediakan manfaat tambahan bantuan biaya P3K maksimum Rp.1.000.000,- dan bantuan biaya ambulance maksimum sebesar Rp.500.000,- terhadap masing-masing korban luka-luka.(akh)