Denny Caknan, Sang “Smart Flanker”

Salman Faris Insani, S.E., M.M. Dosen ilmu manajemen pemasaran, Fakultas Ekonomi Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo.

Penulis :
Salman Faris Insani, S.E., M.M.
Dosen ilmu manajemen pemasaran, Fakultas Ekonomi Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Denny Caknan adalah seorang penyanyi dan pencipta lagu yang saat ini digemari oleh anak muda. Pria yang memiliki nama asli Deni Setiawan ini lahir di Ngawi 10 Desember 1993. Musisi muda ini pertama kali dikenal berkat lagu “Kartonyono Medot Janji” dan “Los Dol”.

Gaya bermusiknya mengingatkan kita pada sosok almarhum Didi Kempot; nuansa pop jawa dan pengaruh kendhang dalam instrumennya.
Dari sudut pandang ilmu marketing, denny caknan adalah sosok seniman unik dengan strategi pemasaran yang menarik.

Hal ini dikarenakan ciri khas dari lagu ciptaan nya selalu ditulis dengan bahasa jawa dan sedikit menyisipkan kalimat berbahasa Indonesia. Ini strategi yang unik karena pesaing nya relative sedikit. Bandingkan dengan pasar music pop yang lirik nya ditulis dengan Bahasa Indonesia. berapa banyak lagu yang anda ketahui? Tentunya banyak sekali.

Denny Caknan berhasil masuk ke pasar musik di Indonesia dengan faktor pembeda yang kuat. Melalui music pop jawa, dia berhasil menghindar dan keluar dari kerumunan pasar music pop yang kian sesak oleh banyak pemain. Di dalam disiplin ilmu manajemen pemasaran, strategi ini disebut sebagai Smart Flanker.

Smart Flanker adalah strategi yang diciptakan oleh Yuswohadi dalam buku nya yang berjudul Beat the Giant (2013). Buku itu membahas mengenai strategi merek Indonesia untuk menandingi merek global, dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Smart Flanker adalah pilihan strategi yang dapat diambil oleh merek lokal yang masih berskala kecil dengan cara menghindar dari pasar yang digarap oleh merek-merek besar. Pada dasarnya, strategi ini relative sama dengan Blue Ocean Strategy. Sebuah strategi bisnis yang digagas oleh Chan Kim dan Renée Mauborgne (2004), Profesor strategi dan manajemen internasional di INSEAD, Prancis (sekolah bisnis terbesar kedua di dunia).

Strategi Smart Flanker diterapkan dengan cara mencari, mengindentifikasi, dan menguasai pangsa pasar terkecil yang belum tergarap oleh pemain besar. Tiga prinsip utama dalam strategi tersebut adalah: menghindari konfrontasi, bergerak lebih cepat tapi diam-diam, serta tidak bersikap agresif dihadapan pesaing yang lebih kuat (Yuswohadi, 2013).

Ketiga prinsip utama dalam strategi Smart Flanker berhasil diterapkan oleh Denny Caknan. Pertama, pemuda ini berhasil menghindari konfrontasi. Sebagai musisi, dia tidak terjun bebas ke pangsa pasar music pop konvensional yang dikuasai oleh penyanyi yang lebih terkenal. Kedua, musisi ini juga mampu bergerak lebih cepat, tapi diam-diam. Denny Caknan memilih untuk masuk ke pasar pop jawa yang relative sepi pemain.

Melalui keunggulan yang kuat seperti: pengetahuan mendalam mengenai pasar lokal dan pemahaman terhadap karakteristik budaya lokal, Denny Caknan berhasil memikat penggemar pop jawa. Terakhir, Denny Caknan tidak pernah bersikap agresif di hadapan pesaing yang lebih kuat.

Dengan sikap nya yang selalu rendah hati, dia sukses meraih simpati dan berkolaborasi dengan musisi-musisi lain yang lebih besar. Contohnya ketika dia berkolaborasi dengan grup band Dewa 19 di acara video content creator award 2021.

Sekarang, Denny Caknan sukses meraih popularitas. Lihat youtube channel nya. Ada sekitar 4 jutaan subscriber hingga saat tulisan ini di buat. Video nya pun banyak yang trending karena ditonton oleh jutaan orang. Ini bukti nyata bahwa Denny Caknan adalah seorang “Smart Flanker”. ***