Beranda Semarang Dewan Jateng Desak Pemprov Lakukan Lelang Proyek Lebih Awal

Dewan Jateng Desak Pemprov Lakukan Lelang Proyek Lebih Awal

335
Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri bersama jajaran anggota komisi saat kunjungan lapangan di lokasi pembebasan lahan di jalur Boja-Cangkiran-Sukorejo, Kendal, belum lama ini.

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG –  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jateng meminta kepada Pemprov Jateng untuk melakukan lelang proyek lebih awal, pada tahun anggaran 2018.

Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri mengatakan, Pemprov Jateng agar melakukan lelang proyek lebih cepat dan awal pada tahun 2018, tentu saja tidak menabrak aturan yang ada. Adapun alasannya antara lain alasananya agar proyek tersebut bisa berjalan lebih maksimal dan tidak menumpuk di akhir tahun.

“Permohonan sudah saya sampaikan ke eksekutif. Dan minggu depan sudah ada pembukaan lelang. Akhir Januari 2018 harus sudah ada pemenang proyek. Ini agar bisa lebih cepat,” kata Alwin, Kamis (7/12)

 

Menurut politisi PDIP ini, jika pengumuman pemenang lelang bisa dilakukan awal tahun maka akan bisa lebih cepat dikerjakan proyeknya. Sedangkan untuk pengawasan, legislatif juga memiliki waktu yang longgar untuk mengecek satu persatu setiap proyek yang ada.

“Tujuannya adalag agar proyek yang dihasilkan benar-benar berkualkitas,” ucapnya.

 Alwin juga mengungkapkan, tahun 2018 mendatang, DPRD Jateng telah menyetujui pengurangan anggaran infrastruktur yang diajukan oleh pemprov. Akan tetapi, pengurangan anggaran tersebut diharap tetap mempertahankan kualitas pembangunan maupun perawatan.

Ia menyebutkan, pada tahun 2014 untuk pembangunan infrastruktur jalan dialokasikan sebesar Rp 500 miliar, tahun 2015 sebesar Rp 800 miliar, tahun 2016 sebesar Rp 1,2 triliyun, tahun 2017 sebesar Rp 2,1 triliyun, dan tahun 2018 dialokasikan Rp 800 miliar.

“Anggaran memang turun, namun kualitas harus tetap sama, jangan sampai menurunkan kualitas,” katanya mengingatkan.

Yang jelas, kata dia, sasaran utama pembangunan infrastruktur tersebut sesuai RPJMD adalah jalan perbatasan antar provinsi, jalan pariwisata, koneksi ke jalan nasional, jalan jalur lingkar selatan, harus sudah terpenuhi semua. (saf)