Diguyur Hujan Deras, Kantor Bupati Kendal Terendam Banjir

Diguyur hujan deras semalam membuat, komplek perkantoran pemerintah Kabupaten Kendal terendam banjir, Kamis (22/11). FOTO : ADYE VIANT/JATENGPOS

JATENGPOS.CO.ID, KENDAL – Banjir nampaknya sudah menjadi langganan tiap tahun. Lagi-lagi hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kendal dan sekitarnya sejak Rabu (22/11) malam mengakibatkan komplek perkantoran Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Kendal terendam banjir.

Pegawai Negeri Sipil (PNS)  yang hendak masuk kerja memilih memutar arah dan sebagian lagi nekad menerobos genangan banjir. Akibatnya banyak kendaraan yang terperosok dan mogok.

Air mulai menggenangi komplek perkantoran Bupati Kendal Kamis (23/11) dinihari. Air setinggi lebih dari 40 centimeter menggenangi pintu gerbang kantor, sehingga menganggu aktivitas pegawai negeri sipil yang hendak masuk kerja.

Petugas keamanan kantor mengarahkan PNS untuk memutar arah dan masuk melalui pintu gerbang rumah dinas di belakang komplek perkantoran untuk menghindari banjir. Namun ada sebagian PNS yang tetap nekad menerobos genangan banjir.

Sejumlah kendaraan roda dua yang nekad menerobos, banyak yang mogok dan terperosok hingga terjatuh. Sementara roda empat harus berjalan pelan. Muhlisin petugas keamanan kantor Bupati Kendal mengatakan hujan deras mengguyur sejak Rabu sore hingga malam.

“Menjelang tengah malam hujan reda namun air mulai masuk ke komplek perkantoran dan hingga Kamis (23/11) pagi semakin tinggi. PNS kami  arahkan masuk ke komplek perkantoran melalui gerbang rumah dinas bupati di belakang kantor. Pasalnya ketinggian air hingga 40 centimeter dan kendaraan roda dua kesulitan,” jelasnya.

Banjir di komplek perkantoran Bupati Kendal ini memang kerap terjadi, jika hujan lebat hingga Sungai Kendal meluap. Luapan dari Sungai Kendal ini masuk ke komplek perkantoran melalui saluran air. Banjir akibat luapan sungai Kendal ini juga merendam puluhan rumah di sepanjang aliran sungai.

Selain menggenangi  komplek perkantoran Bupati Kendal luapan Sungai Kendal juga menggenangi puluhan rumah di dua kelurahan yakni Pekauman dan Patukangan Kecamatan Kota Kendal. Air masuk ke pemukiman warga sekitar pukul 03.00 WIB dan terus meninggi menjelang siang hari.

Tidak hanya pemukiman sejumlah sekolah juga tergenang air akibat luapan Sungai Kendal. Seperti di SMA Al Hidayah misalnya, sekolah yang berada di pinggir sungai ini air masuk hingga ke ruang guru. Sedangkan ruang kelas yang berada di lantai dasar tergenang aktivitas belajar masih berjalan normal meski siswa harus menerjang banjir untuk masuk ke sekolah.

“Kalau lantai bawah sebagian tergenang seperti ruang guru air masuk, sedangkan untuk ruang kelas sebagian di lantai dua jadi tidak menganggu proses belajar mengajar,” ujar Eko penjaga sekolah.

Kasi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kendal Slamet mengatakan banjir kali ini diakibatkan luapan sungai Kendal yang tidak bisa menampung debit air yang tinggi. “Dari pemantauan ada dua desa yang terdampak banjir yakni Patukangan dan Pekauman. Warga hingga saat ini masih bertahan tidak ada titik pengungsian karena air akan surut dalam hitungan jam,” jelas dia. (via/sgt/sar)