Dilema Kebutuhan Masyarakat, Juliyatmono Akui Tersudut dengan Kebijakan PPKM Darurat

Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR – Pemeritah Kabupaten Karanganyar seperti memakan buah simalakama menghadapi keluhan masyarakat saat pemberlakuan PPKM Darurat. Masyarakat mengeluh soal sulitnya memenuhi kebutuhan pokok, oksigen medis, dan terbatasnya ketersediaan vaksin di Bumi Intanpari. Belum lagi ada informasi perpanjangan PPKM Darurat dari pusat.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono secara terbuka mengaku merasa tersudut dengan keluhan masyarakat. Ia merasa solusi yang coba ia cari terbentur dengan kondisi di pemerintahan pusat.

“Pemerintah pusat harus konsekuen. Kalau dipaksa dengan kedaruratan, maka harus bersama. Jangan sepihak. Boleh dong daerah mengkritisi pusat. Saat akan memutuskan PPKM darurat, siapkan dulu perangkat apa yang dibutuhkan agar membangun optimisme masyarakat,” jelasnya pada wartawan, kemarin..

Disebutkan ia, Negara menargetkan 70 persen warganya tervaksin. Seharusnya dengan orang di rumah saja selama PPKM darurat, mereka diberi kepastian. Berada di rumah (alasannya) karena sedang menanti giliran divaksin yang sudah dijadwalkan. “Menunggu dengan nyaman, tumbuh keyakinan. Pasca kedaruratan, orang bisa melakukan aktivitas secara normal,” ungkapnya.

Saat ini, masyarakat resah dengan berbagai informasi tentang sulitnya mengakses oksigen medis disertai tingginya angka kematian pasien Covid-19. Jika pemerintah memperpanjang waktu PPKM darurat, sebaiknya memberi solusi atas keresahan itu.

“Yang membuat saya khawatir jika PPKM darurat diperpanjang. Praktis semuanya harus segera diberi solusi,” risaunya. (yas/rit)