Beranda Jateng Banyumas Dinkes Banyumas Dorong Komunitas Bantu Warga Lansia Akses Pelayanan Vaksinasi

Dinkes Banyumas Dorong Komunitas Bantu Warga Lansia Akses Pelayanan Vaksinasi

5
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas Sadiyanto menyampaikan kerangan pers mengenai pelayanan vaksinasi bagi warga lansia di Pendopo Sipanji, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin (19/4/2021).

JATENGPOS.CO.ID, PURWOKERTO – Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas di Provinsi Jawa Tengah mendorong komunitas untuk bergotong royong membantu warga lanjut usia (lansia) di lingkungan mereka mengakses pelayanan vaksinasi COVID-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas Sadiyanto di Pendopo Sipanji, Purwokerto, Senin, mengatakan bahwa sejumlah komunitas sudah aktif membantu warga lansia di lingkungan mereka mengakses pelayanan vaksinasi.

“Kami banyak dibantu tokoh masyarakat dan komunitas-komunitas dalam rangka vaksinasi bagi lansia ini. Namun, saya tidak hafal komunitas-komunitas yang terlibat,” katanya.

“Kami sampaikan terima kasih karena banyak masyarakat yang membantu pelaksanaan vaksinasi bagi lansia,” ia menambahkan.

Dia berharap aksi komunitas-komunitas tersebut ditiru oleh komunitas-komunitas lain yang ada di wilayah Kabupaten Banyumas.

Sadiyanto juga mengemukakan bahwa dia sering mendapat pertanyaan dari kelompok masyarakat dan kaum muda mengenai jadwal vaksinasi bagi mereka.

Menanggapi pertanyaan itu, dia menjelaskan bahwa pemerintah kabupaten melaksanakan vaksinasi secara bertahap sesuai dengan arahan pemerintah pusat. Dalam vaksinasi tahap pertama dan kedua, pemerintah menjadikan tenaga kesehatan, petugas pelayan publik, dan warga lansia sebagai sasaran prioritas.

Sadiyanto mengatakan bahwa saat ini sekitar 54.000 warga Banyumas sudah mendapat suntikan vaksin COVID-19.

“Jumlah tersebut terdiri atas 20.000 petugas pelayanan publik, 20.000 lansia, dan sisanya tenaga kesehatan,” katanya.

Guna meningkatkan cakupan vaksinasi, ia mengatakan, selama Ramadhan pelayanan vaksinasi COVID-19 di sediakan di sejumlah puskesmas pada malam hari, selepas tarawih, termasuk di antaranya di Puskesmas Purwajati.

“Silakan puskesmas mengatur agar bisa melakukan vaksinasi pada malam hari jika hal itu tidak bisa dilaksanakan pada siang hari. Misal, seminggu dua-tiga kali pelayanan vaksin setelah shalat tarawih,” katanya. (fid/ant)