Dinkes Sebarkan Informasi Pencabutan Ijin Edar 69 Obat Sirop

JATENGPOS.CO.ID,  KLATEN – BPOM merilis 69 jenis obat sirop yang dicabut ijin edarnya. Pencabutan tersebut langsung ditindaklanjuti Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten dengan meneruskan informasi ke sarana pelayanan farmasi dan kesehatan.

“Informasi tersebut langsung kami sebarkan ke pelayanan farmasi, puskesmas, klinik kesehatan, rumah sakit serta organisasi profesi,” kata Kepala Dinkes Klaten, Cahyono Widodo, Jumat(11/11).

Cahyono menambahkan, Dinkes tidak memiliki obat sirop yang ijin edarnya dicabut. Bahkan, sebelum adanya pencabutan ijin edar terhadap 69 jenis obat sirop tersebut, Pemkab Klaten telah menginstruksikan kepada Puskesmas, rumah sakit, klinik kesehatan, apotik hingga swalayan untuk tidak menjual obat sirop kepada khalayak.

“Instruksi tersebut merupakan tindaklanjut dari SE Kemenkes terkait gangguan ginjal akut pada anak. Langkah waktu itu, obat sirop yang ada di seluruh Puskesmas diminta untuk disimpan dan tidak diberikan kepada pasien,” tambah Cahyono.

Lebih lanjut Cahyono menjelaskan, ada 69 jenis obat sirop yang ijin edarnya dicabut oleh BPOM. Ke-69 obat sirop tersebut diproduksi oleh tiga perusahaan. Yakni, PT Yarindo Farmatama, PT Universal Pharmaceutical Industries, dan PT Afi Farma.

“Dalam produksinya, obat sirop yang dicabut ijin edarnya mengandung pelarut propilen glikol dan produk jadi mengandung cemaran EG yang melebihi ambang batas aman,” pungkas Cahyono.(aya)