Disdikpora Kudus Pamerkan Hasil Produk Pendidikan

Kepala Disdikpora Kabupaten Kudus (tiga dari kiri) foto bersama Kabid PAUD dan Dikmas Moch. Soleh serta Kabid Dikdas Suharto, Kepala UPT Pendidikan Gebog Wahyudi, dan Kepala Desa Padurenan Zaenal Abidin. FOTO: BURHANUDDIN FIRDAUS/JATENGPOS.CO.ID

JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Memperingati Hari Aksara Internasional ke 52, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, menggelar pameran hasil produk pendidikan selama dua hari, Jumat (1-2/12), yang terpusat di Jalan Poros Desa Padurenan, Kecamatan Gebog Kudus.

Kepala Disdikpora Kabupaten Kudus Joko Susilo mengatakan, Desa Padurenan menjadi bidikan Pemkab setempat untuk menggelar pameran karena termasuk desa vokasi di Kota Kretek. Bahkan kampung sentra konveksi tersebut sudah memiliki daerah pemasaran tingkat nasional. “Pengusaha konveksi di Desa Padurenan sudah melek teknologi. Sesuai dengan tema yang diangkat malam ini,” kata Joko usai membuka even pameran bertajuk Membangun Budaya Literasi di Era Digital, Jumat (1/12) malam.

Ditambahkan Joko, seluruh anak-anak di Kabupaten Kudus, khususnya di Desa Padurenan, tidak ada yang putus sekolah. Sebab ada lembaga pendidikan non formal, yang bisa menjadi rujukan untuk melanjutkan pendidikannya. “Kalau tidak mau sekolah formal, bisa diserahkan ke lembaga non formal,” ujarnya didampingi Kabid PAUD dan Dikmas Moch. Soleh serta Kabid Dikdas Suharto.

Menurut Joko, kualitas produk hasil pendidikan yang dipamerkan sudah cukup bagus. Bahkan produk konveksi asal desa setempat sudah banyak dipesan di daerah luar jawa. Meski demikian, perlu ada peningkatan, untuk mempertahan kualitasnya. “Kualitas cukup baik, pemasarannya juga ada sampai di Kalimantan. Tapi perlu ada peningkatan,” pintanya. Sementara Kepala Desa Padurenan Zaenal Abidin menjelaskan, even tersebut diikuti oleh 28 stan yang terdiri dari para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), forum Pusat Kelompok Belajar Masyarakat (PKBM), dan lembaga kursus dan pelatihan (LKP). Kemudian, dari forum taman baca masyarakat (TBM), forum desa vokasi dan Koperasi Padurenan Jaya.

Dua siswi dari PKBM Kudus, menampilkan Tari Kretek, sebagai tanda dibukanya Pameran Hari Aksara Internasional Ke 52. Disdikpora Kudus Pamerkan Hasil Produk Pendidikan. FOTO: BURHANUDDIN FIRDAUS/JATENGPOS.CO.ID

“Diharapkan semua masyarakat melek aksara dan mampu mengikuti perkembangan teknologi informatika. Sehingga bisa berinovasi dan mampu bersaing serta tidak tertinggal dengan daerah lain,” pintanya. Dijelaskannya, produk yang dipamerkan dalam even Pameran Hari Aksa Internasional tersebut, diantaranya produk konveksi yang diproduksi oleh warga setempat.

Selain itu, produk bordir, handicraf, berbagai macam kuliner khas Kota Kretek dan produk lainnya hasil pendidikan dibawah binaan Disdikpora Kudus. Khusus untuk produk konveksi, kata Zaenal, seperti seragam sekolah bermerk Lidya Jaya. Pemasarannya sudah sampai luar Jawa, seperti pulau Sumatera dan Kalimantan.

Dalam sehari, mampu memproduksi 1.000 item. Namun untuk pemasarannya, masih mengalami kendala. Sehingga produk yang dihasilkan tidak bisa dipasarkan sendiri. “Produk ini menjadi kebanggan desa kami, karena mampu mengangkat produk asal Kudus. Tapi masih ada kendala dipemasaran,” tandasnya. (adv)