Beranda Jateng DKK Salatiga Rapid Test Ratusan ASN

DKK Salatiga Rapid Test Ratusan ASN

18
Rapid Test ASN : Sejumlah ASN Pemkot Salatiga saat menjalani rapid test di komplek kantor Pemkot Salatiga. ( foto : dekan bawono/ jateng pos).

JATENGPOS.CO.ID, SALATIGA – Upaya antisipasi penyebaran Covid19 di lingkungan Pemkot Salatiga terus dilakukan. Salah satunya yang dilakukan DKK Salatiga dengan melakukan rapid test massal terhadap ratusan aparatur sipil negara ( ASN).

Rapid test tersebut dilakukan di komplek Kantor Pemkot Salatiga, Jumat (5/6) pagi.
Kepala DKK Salatiga Siti Zuraidah mengatakan, prioritas ASN yang menjalani rapid test adalah yang sering kontak langsung dengan orang banyak baik di tempat umum maupun lingkungan masyarakat.

“ Rapid test ini merupakan bagian dari penanganan kasus COVID-19 mulai dari lini satu sampai lini dua. Ini juga untuk skrining kepada ASN yang berhubungan langsung dengan masyarakat,” jelasnya.

Ditambahkan Zuraidah, skrining tersebut dilakukan untuk mengetahui kesehatan para ASN yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

“ Sehingga jika ada yang diketahui reaktif langsung dilakukan tata laksana penanganan COVID-19 untuk menekan penularan,” imbuhnya.

Dia mengatakan, selain ASN, DKK juga akan melakukan rapid test terhadap pedagang di Pasar Raya dan juru parkir. Karena mereka juga berhubungan langsung dengan orang banyak dan rentan terhadap penularan COVID-19.

“Untuk hari ini, ASN yang menjalani rapid test terdiri dari beberapa instansi. Satpol PP sebanyak 140 orang, BKD (Badan Keuangan Daerah) 50 orang lebih dan petugas PLKB 15 orang. Jadi total ada 200 orang lebih,” ujarnya.

Dia menyatakan, saat ini kasus COVID-19 tidak ada peningkatan. Meski demikian, DKK tetap melakukan skrining dan rapid test terhadap orang-orang yang rentan terhadap penularan COVID-19.

“Kami terus bekerja untuk menekan jumlah kasus COVID-19. Mudah-mudahan, tidak ada lagi warga yang positif COVID-19 dan wabah ini segera hilang,” pungkasnya.

Sementara untuk jumlah kasus positif Covid19 di Kota Salatiga total komulatif sebanyak 48 orang, 20 diantaranya sudah dinyatakan sembuh dan 28 orang masih dirawat. Untuk orang tanpa gejala yang masih dalam pemantauan sebanyak 139 orang dan untuk pasien dalam pengawasan sebanyak 2 orang. Untuk orang dalam pemantauan sebanyak 22 orang. (deb)