Beranda Jateng Dokter Corona Ajak Eks Pasien Donorkan Plasma

Dokter Corona Ajak Eks Pasien Donorkan Plasma

Dari Bed ICU RSUD Dr Moewardi Solo

26
AJAK DONOR: dokter Khairul Hadi mengajak penyintas Corona mendonorkan plasma darahnya (Foto: Tangkapan layar viral

JATENGPOS.CO.ID,  SOLO  – Seorang dokter kulit dan kelamin di Solo, dr Khairul Hadi, SpKK, tengah berjuang melawan infeksi virus Corona yang diidapnya. Ia kini tengah dirawat ruang ICU di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Moewardi Solo.

Lewat video berdurasi lebih dari satu menit, dr Hadi ini menceritakan bahwa dirinya sudah mendapatkan terapi plasma konvalesen lima hari yang lalu. Kondisinya membaik setelah mendapat terapi tersebut meski masih harus menggunakan pompa oksigen ke paru-paru.

“Saya sudah mendapatkan terapi plasma konvalesen dua kantong, lima hari yang lalu. Rasanya setelah mendapatkan terapi konvalesen plasma, kondisi sata langsung mengalami cukup perbaikan, meskipun belum sembuh total,” katanya dalam video yang diterima Jateng Pos pada Jumat (4/12).

dr Hadi yang juga merupakan dokter spesialis kulit dan kelamin ini meminta agar lebih banyak pasien Corona sembuh yang mendonorkan darahnya.

“Kalau teknologi plasma ini ditingkatkan, diolah sedemikian maka tidak perlu vaksinasi yang efektivitas vaksin cuma 1 – 1,5 tahun itu… Katakanlah yang sembuh dari COVID-19 di Indonesia ada 450 ribu orang ini didonor semua tiap bulan, maka plasmanya sudah bisa untuk membuat orang lain kebal COVID-19, sangat luar biasa,” jelas dr Hadi.

Diberitakan sebelumnya, donor plasma konvalesen dikenal sebagai salah satu terapi bagi para penderita Corona agar bisa sembuh. Salah satu penyintas Corona yang sudah mendonorkan plasma darahnya yakni Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

“Saya salah satu orang yang terkena COVID-19, dan merasakan kesembuhan lewat metode plasma convalescent. Alhamdulillah saya merasakan bahwa ini metode yang luar biasa untuk membantu kesembuhan. Sehingga saya berdiskusi dengan para dokter, untuk metode ini bisa dimasifkan untuk membantu masyarakat Kota Semarang yang sedang terkena COVID-19,” tutur Hendi dalam keterangan tertulis, Kamis (3/12).(udi)