Dongkrak Prestasi Siswa dengan Keharmonisan Orang Tua Dan Guru

Setiap satuan Pendidikan menginginkan prestasi bagi sekolahnya. Tak terkecuali penulis sebagai Kepala Sekolah di SD Negeri Trahan Kecamatan Sluke Kabupaten Rembang juga mendambakan siswa siswinya untuk berprestasi, baik prestasi dibidang akademik maupun dibidang non akademik. Menjadi kebanggaan tersendiri apalagi prestasi itu didapat setiap tahunnya. Demikian juga dengan orang tua siswa akan merasa bangga apabila putra putri mereka mendapatkan prestasi di sekolah atau mewakili sekolah maju dalam kejuaraan ditingkat yang lebih tinggi. Contoh mendapatkan peringkat lima besar di kelasnya atau mewakili lomba-lomba di tingkat Kecamatan ataupun Kabupaten.

 Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI ), bahwa prestasi belajar berarti penguasaan pengetahuan atau ketrampilan yang biasanya ditunjukkan lewat nilai angka yang diberikan oleh guru. Poerwadarminta ( 1987:322 ) menyatakan bahwa prestasi adalah hasil yang telah dicapai. Pernyataan ini diperjelas oleh Arijo ( 1994:22 ), yang menyatakan bahwa prestasi adalah hasil usaha yang dicapai seseorang melalui perbuatan belajar yang memperoleh hasil dalam bentuk tingkah laku nyata dan baru.

Dalam hal capaian prestasi siswa, dapat diukur dari tiga indikator yaitu; Pertama, Aspek Kognitif adalah pengetahuan, pemahaman, penerapan maupun analisis dari anak. Kedua, Aspek Afektif adalah mencakup sikap yang ditunjukkan anak selama pembelajaran. Ketiga, Aspek psikomotor adalah mencakup ketrampilan fisik yang ditunjukkan anak selama pembelajaran.

Selain indikator capaian prestasi siswa di atas ada juga faktor-faktor dominan yang mempengaruhi prestasi belajar siswa diantaranya adalah; 1). Faktor Internal yaitu faktor yang terdiri dari kondisi fisik pada siswa, minat untuk belajar siswa, tingkat intelegensi atau kecerdasan siswa, motivasi belajar pada siswa, dan bakat minat belajar siswa. 2). Faktor Eksternal yaitu faktor yang terkait pengaturan pembelajaran di sekolah contohnya; kurikulum yang digunakan di sekolah, metode pembelajaran di kelas, kedisiplinan sekolah dan fasilitas sarana dan prasarana ang dimiliki sekolah. Faktor yang terkait masalah sosial contohnya; system sosial dan interaksi yang terjalin antara guru, sataf dan siswa. Faktor yang sifatnya situasional contonya; keadaan, tempat, kondisi iklim maupun kondisi politik.

 Dari beberapa konsep, indikator maupun faktor-faktor capaian prestasi siswa di atas penulis mengambil langkah cepat untuk mendongkrak prestasi anak dalam Tahun Pelajaran 2022-2023 semester I yang lalu dengan beberapa langkah yaitu; 1). Mengajak semua guru dengan sarana dan prasaran yang ada untuk selalu memodifikasi metode pembelajaran di kelas atau guru dalam menyampaikan materi supaya mudah diserap oleh siswa. 2). Sekolah maupun pihak guru selalu menjaga keharmonisan terhadap orang tua/wali siswa untuk selalu berkomunikai tentang perkembangan anak-anak mereka disekolah. Sehingga apabila anak-anak mereka ada keterbatasan dan keterlambatan menyerap pelajaran di sekolah orang tua bisa mengetahui lebih dini. Sekolah maupun guru memberikan saran kepada mereka untuk membantu anaknya belajar mandiri di rumah. Guru juga menyarankan kepada orang tua untuk mengajak anaknya  belajar bersama temanya yang sudah terlebih dahulu menguasai materi, atau bisa mencarikan guru privat yang terdekat untuk membantu anak-anak mereka yang masih lambat menguasai materi pelajaran di sekolah.

 Langkah tersebut mendapatkan respon positif dari orang tua siswa, sehingga apa yang menjadi tujuan penulis telah mendapatkan hasil yang membanggakan apalagi mengejar ketertinggalan pembelajaran selama pandemic covid 19.

 

Yanto, S.Pd.

Kepala SD Negeri Trahan Kec. Sluke Kab. Rembang