DPD PKS Kabupaten Semarang Gelar Bukber dan Ngobrol Bareng Gema Keadilan

KADER MUDA PKS: Ketua Bidang Kepemudaan DPD PKS Kabupaten Semarang, Sukemi saat memberikan sambutan kegiatan bukber dan ngobrol bareng. FOTO:IST/JATENGPOS

JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN– Acara Buka Bersama (bukber) dan Ngobrol Bareng Kang Hafidz dan Kang Sunu berlangsung gayeng di kantor DPD PKS Kabupaten Semarang di Dusun Gading, kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Senin (18/4/2022).

Puluhan kader muda PKS Kabupaten Semarang terlihat guyub dan serius mengikuti acara diadakan Bidang Kepemudaan DPD PKS Kabupaten Semarang ini. Kedua nara sumber yakni Hafidz Usman Rifa’i, seorang trainer dan motivator, dan Kang Sunu selaku Ketua Generasi Muda (Gema) Keadilan Kabupaten Semarang, mampu membawa suasana yang menyenangkan dan mencerahkan.

“Sorang muslim harus memiliki jiwa sosial yang tinggi. Di zaman nabi Nuh hanya bisa mengoptimalkan ibadah pribadi, karena umat manusia di masa itu masih sedikit. Sehingga beliau diberi usia yang panjang hingga 1.350 tahun,” tutur Kang Sunu mengawali taushianya.

Disebutkan, berbeda dengan nabi Muhammad yang hanya diberi umur 60-70 tahun, tentu sangat kurang jika hanya mengamalkan ibadah pribadi. Karena itu umat nabi Muhammad hingga hari kiamat harus memiliki amal sosial yang besar untuk menambah pundi-pundi pahala di sisi Allah dan memperberat timbangan amal kebaikan di akhirat kelak.

“Amal kebaikan itu bisa kita wujudkan dengan syukur dan bakti kita kepada orang tua, tetangga, guru-guru. Dan, tentunya sebagai syukur terbaik kepada Sang Pencipta, Allah SWT. Inilah keistimewaan dari umat nabi Muhammad yaitu beramal (berdakwah) dengan “ajak-ajak” orang lain kepada jalan kebaikan,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini Kang Sunu mengajak para pemuda untuk belajar, berkolaborasi, dan berkarya dengan amal sosial yang terbaik untuk negeri, agama, dan umat manusia.

“Gema Keadilan siap menjadi pelopor melahirkan generasi-generasi yang punya kontribusi sejak dini,” pungkasnya.

Hafidz Usman Rifa’i dalam paparan menyampaikan fenomena generasi stroberi (Strawbery Generation), yakni generasi yang indah, penuh ide kreasi, ingin cepat sukses secara instan tapi lembek, mudah putus asa, dan menyerah.

“Dibutuhkan pemahaman garis kehidupan bahwa hidup itu ada masa lalu, masa kini, dan masa depan. Masa kini adalah hasil pilihan keputusan di masa lalu, masa depan adalah hasil pilihan keputusan di masa kini,” paparnya.

Generasi ideal menurut Hafidz, bagaimana dapat memberdayakan mereka menjadi generasi yang mandiri, mampu memberikan manfaat, memiliki nilai tambah, daya juang tinggi, ide cemerlang, responsif, dan memiliki integritas tinggi.

Ketua Bidang Kepemudaan DPD PKS Kabupaten Semarang, Sukemi mengatakan, langkah-langkah akan diambil untuk menghantarkan kedewasaan generasi stroberi dengan memberikan pendampingan.

“Kita akan memberi pelatihan-pelatihan sesuai bakat dan harapan mereka. Seperti kecakapan dalam dunia enterpruaner, membangun bisnis, dan kita arahkan agar mampu menghadapi tuntutan zaman,” tandasnya. (biz/muz)