Beranda Jateng DPRD Propinsi Jateng Gandeng Balkesmas Gelar Penyuluhan dan Pengobatan Gratis

DPRD Propinsi Jateng Gandeng Balkesmas Gelar Penyuluhan dan Pengobatan Gratis

347
Komisi E DPRD Propinsi pantau pengobatan gratis dan penyuluhan kesehatan yang dilakukan Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) Propinsi Jateng, di SMP Ahmad Dahlan, Nguter Sukoharjo. Foto : ade ujianingsih/jatengpos
Komisi E DPRD Propinsi pantau pengobatan gratis dan penyuluhan kesehatan yang dilakukan Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) Propinsi Jateng, di SMP Ahmad Dahlan, Nguter Sukoharjo. Foto : ade ujianingsih/jatengpos

JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – DPRD Propinsi Jateng bersama Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) menggelar penyuluhan kesehatan dan pengobatan gratis. Dibawah pantauan Komisi E DPRD Propinsi Jateng yang membidangi Kesra, meliputi pendidikan, kesehatan, dll, menyambangi sejumlah lokasi yang dinilai perlu dilakukan penyuluhan kesehatan, baik di desa maupun di kota.

“Kami (anggota komisi E DPRD Propinsi Jateng) menyebar ke sejumlah titik melakukan penyuluhan, pendampingan dan pengobatan gratis bersama Balkesmas. Kali ini sasaran kami di desa Nguter, yang lokasinya kami tempatkan di aula SMP Ahmad Dahlan Nguter,” kata Sri Maryuni, anggota Komisi E DPRD Propinsi Jateng, Senin (15/10).

Maryuni menambahkan ia mendapat jatah pantauan di tiga lokasi, yakni di Sukoharjo, Klaten dan Surakarta. Ia melakukan penyuluhan bersama tim Balkesmas kelompok Klaten yang diperkuat 6 tenaga medis.

“Di Jawa Tengah ada 7 tim Balkesmas, dulu namanya BKPM, kalau tim Klaten khusus menangani penyakit paru, tapi saat ini sudah melayani umum semua penyakit. Namun pada penyuluhan ini kita fokuskan pada kesehatan keluarga,” imbuhnya.

Program Germas dinilai politisi dari PAN ini cukup strategis untuk mendokrak kesehatan dalam masyarakat, hanya aja masih pelu penajaman dan sosialisasi.

“Program Germas masih perlu ditingkatkan, harus dilakukan secara masiv dengan melibatkan pemerintah sampai RT RW dan posyandu. Intinya pada PHBS (pola hidup bersih sehat) bisa dilaksanakan masing masing anggota keluarga dan menjadikannya sebagai budaya sehat,” tandasnya.

Maryuni menambahkan pada tahun 2019 akan ada program tentang pembangunan ketahanan keluarga, meliputi menyiapkan karakter anak untuk mempersiapkan masa depan. Ada petugas ditingkat desa yang akan melakukan pendampingan.

“Pemerintah selalu berinovasi untuk mengajak masyarakat Indonesia lebih sehat. Baik itu melalui program ditingkat kementrian atau kota/kabupaten maupun program lain seperti BPJS,” tandasnya.

Diakui Maryuni, BPJS masih dihadapkan banyak masalah dan kendala, namun pihaknya optimis pemerintah mampu mencari solusi yang terbaik.

Pada kesempatan tersebut, tercatat ada 100 warga Desa Nguter dan sekitarnya yang mendaftar pengobatan gratis, dengan berbagai keluhan sakit.  (dea/bis)