Dua Aktifis Anti-Korupsi Jalan Jalan Kaki ke Istana Presiden

Mujiana dan Wakidi (di tengah pegang poster) diapit anggota ICW di Ngadirojo menjelang berangkat k Istana Presiden dan gedung KPK. FOTO : BAGUS SARENGAT/JATENGPOS.CO.ID

JATENGPOS.CO.ID, WONOGIRI – Anggota Paseduluran Wonogiri tergabung dalam Info Cegatan Wonogiri (ICW) memberangkatkan dua aktifis anti-korupsi Mujiana dan Wakidi, Senin (11/12) dari halaman Angkringan Pak Min Ngadirojo.

Kedua aktifis itu akan melanjutkan perjalanan ke Istana Presiden dan Gedung KPK di Jakarta dengan berjalan kaki.

Sebelum berangkat, Mujiana didampingi Wakidi sempat ngobrol dengan wartawan Jateng Pos. Mujiana yang telah berumur 53 tahun dan Wakidi berumur 42 tahun, keduanya Warga Desa/Kecamatan Suko dan Wakidi (42th) warga Dusun/Desa Wotan Prajan Kecamatan Pulung, keduanya wilayah Ponorogo Jatim.

Keduanya berangkat tepat pada peringatan Hari Anti Korupsi Dunia Sabtu (9/12) lalu. Diberangkatkan KBO Satintelkam Yoyok Wijonarko di Halaman Polres Ponorogo.

“Benar, sebagai bukti mereka berangkat dari Polres Ponorogo, kami membubuhkan stempl SPK,” kata Yoyok Wijanarko. Mereka berangkat pukul 11.00 WIB.

Mujiana mengatakan, pihaknya tidak menargetkan waktu tempuh yang akan dijalani. “Bisa 20 hari atau sebulan, tidak masalah,” katanya. Terpenting adalah target ideologi anti korupsi dapat disosialisasikan ke masyarakat.

Awal ide jalan kaki ke istana presiden dan gedung KPK bermula mereka mempunyai nadzar atau janji.

Mereka berdua adalah aktifis Kelompok Peduli Penegakan Hukum Ponorogo (KPPHP) yang terdiri dari LSM, Petani, Mahasiswa dan masyarakat. Mujiana sebagai ketua merangkap penasehat. Sedangkan Mujiana sebagai Bendahara.

Waktu itu, tiga tahun silam,di Ponorogo terbongkar kasus korupsi di Dinas Pendidikan sekira Rp 2,8 Milyar dan RSUD Ponorogo Rp 3 Milyar. “Kami waktu itu jika terbongkar kasus korupsi yang melibatkan pejabat, maka kami berjanji jalan kaki ke istana dan ke gedung KPK,” kata Mujiana.

Hal lain yangh mendasari adalah penegakan hukum masih tebang pilih, masalah  korupsi makin menjadi bak virus. Ada delapan terpidana, salah satu di antaranya mantan Wabup Yuni Widianingsih. Mantan Wabup itu divonis pidana penjara 4 tahun, dan denda Rp 850 juta.

 

Jika sudah sampai di istana negara, dia berharap bisa bertemu Presiden Joko Widodo. “Kami akan melakukan aksi bisu sampai kami bisa bertemu presiden,” katanya. Sesudah ditemui dia akan menyerahkan aspirasinya. Lalu pamit pulang dengan kendaraan kereta api turun di Madiun, kemudian jalan kaki ke rumahnya. (bgs/saf)