Durasi Tidur Masyarakat Dunia Menurun, Begini Risikonya Buat Kesehatan

JATENGPOS.CO.ID, JAKARTA – Pada tahun 2021, kurang tidur meningkat secara global. Pengguna dewasa dari seluruh dunia melaporkan kurang tidur rata-rata hampir 60 hari sepanjang tahun 2021, dengan pengguna pria melaporkan jumlah yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan pengguna wanita.

Penelitian yang dilakukan oleh Harvard School of Public Health menunjukkan bahwa tidur malam yang berkualitas merupakan kunci untuk menjaga kesehatan.

Orang yang tidurnya terlalu sedikit berisiko lebih tinggi mengalami obesitas dan penyakit kardiovaskular dibandingkan mereka yang bisa tidur rata-rata delapan jam per malam.

Memiliki waktu tidur yang kurang dari jumlah tidur yang diperlukan bagi tubuh dapat mempengaruhi kinerja tubuh rata-rata.

Penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa membutuhkan setidaknya tujuh jam tidur per malam, sementara anak-anak dan remaja membutuhkan lebih banyak tidur malam – mulai dari delapan hingga 10 jam.

Kurang tidur yang parah dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, obesitas, dan gangguan kesehatan mental.

Temuan baru yang diterbitkan dalam Journal of Sleep Research menunjukkan bahwa kekhawatiran seputar pandemi COVID-19 telah berkontribusi secara signifikan terhadap insomnia dan kekurangan tidur.

Mengerti akan pentingnya tidur yang berkualitas bagi kesehatan, perusahaan smart wearable terkemuka Zepp Health, baru-baru ini merilis International Sleep White Paper 2021 dengan mengolah data yang diambil dari perangkat wearable pintar Amazfit dan Zepp.
Jitesh Ubrani, Manajer Riset, Pelacak Perangkat Seluler Seluruh Dunia, IDC mengatakan “Kami melihat pertumbuhan yang luar biasa dari perusahaan Zepp Health, yang memperoleh pangsa pasar melalui brand jam tangan pintar seperti Amazfit dan Zepp yang menawarkan berbagai macam jam tangan yang memungkinkan konsumen untuk memilih yang terbaik sesuai dengan kebutuhan kesehatan, kebugaran, dan gaya hidup mereka,” ujarnya melalui keterangan tertulis Senin (25/04/2022).

Mengomentari pencapaian ini, CEO Zepp Health, Wayne Huang, mengatakan, peringkat ini menunjukkan komitmen Zepp Health dalam memanfaatkan kekuatan teknologi untuk memberdayakan masyarakat agar menjalani gaya hidup yang lebih sehat. Kami berterima kasih atas penghargaan ini.

“Kami akan terus fokus untuk memberikan layanan terbaik sebagai smart wearable yang dibangun berdasarkan inovasi yang berpusat pada manusia,” tegasnya.

Teknologi canggih pemantau tidur ciptaan Zepp Health yang dapat ditemukan dalam seluruh model smartwatch Amazfit ini secara akurat melacak tahapan tidur pengguna dan memeriksa kualitas pernapasan tidur mereka.

Melalui kombinasi penilaian kesehatan menyeluruh, perangkat pintar dari Zepp Health ini memberikan gambaran menyeluruh tentang kualitas tidur pengguna disertai dengan saran terperinci untuk perbaikan kebiasaan tidur.

International Sleep White Paper 2021 yang dirilis oleh Zepp Health ini menggunakan
utama termasuk durasi tidur, Body Mass Index (BMI), Detak Jantung Istirahat (Resting Heart Rate), dan jumlah langkah untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang status tidur kepada pengguna untuk pengelolaan kesehatan yang lebih baik.(rit)