27.9 C
Semarang
Jumat, 29 Agustus 2025

Resensi ‘Buku Setelah 1000 Hari Menjadi Guru’, Kumpulan Kisah Pengembangan Diri Seorang Guru  

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG- Menjadi guru adalah tentang perjalanan panjang penuh kejutan, ujian, dan pengorbanan. Di balik senyum tulus di depan kelas, ada air mata yang pernah jatuh diam-diam. Ada malam-malam panjang yang dilalui dengan kegelisahan, dan ada hari-hari berat saat semangat nyaris padam.

Buku ini menghadirkan kisah nyata para guru yang berjuang melewati fase-fase paling berat dalam awal perjalanan mereka: rasa tidak percaya diri, keterbatasan sarana, tekanan lingkungan, hingga keraguan akan pilihan hidup.

Namun, dari titik-titik terendah itulah lahir kekuatan baru. Mereka bertahan, bangkit, dan akhirnya menjadikan kisah perjuangan itu sebagai sumber inspirasi yang menyentuh hati.

Melalui kisah-kisah di dalamnya, para pembaca diajak merenung dan meraspi makna. Karena pada akhirnya, setiap guru adalah pejuang yang kisahnya layak dikenang.

Baca juga:  Dampingi Jokowi Resmikan Gedung Tower Ki Hajar Dewantara, Ganjar Sebut UNS Gerbong Toleransi dan Pancasila

Buku setebal 140 halaman ini disusun para guru literasi dari berbagai Kabupaten dan Provinsi: Izatul Laela, KS SDN Karangsono Wonorejo, Pasuruan, Jawa Timur; Melissa Dwi Kristianita Guru SMPN 1 Waru Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur; Isni Awalia, Guru SMPN 3 Kuala Mandor B Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Khusnul Istiqomah, Guru SDN 9 KUBU, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat; Mery Nurmalina Guru SMAN 2 Selong, Kabupaten Lombok Timur, NTB; Wuri Yeni ,Guru SDN Krian. 3 Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur; Iswahyuti, Pengawas Madrasah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur; Nia Radiona, Guru SMA N 1 Lenek, Kabupaten Lombok Timur., NTB; Lili Barlian,Guru SMPN 3 Sungai Raya Kubu Raya; dan Emi Rahmawati, Guru SMAN 2 Selong, Kabupaten Lombok Timur, NTB. (ril/muz)


TERKINI

Rekomendasi

Lainnya