JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG- Menjadi guru adalah tentang perjalanan panjang penuh kejutan, ujian, dan pengorbanan. Di balik senyum tulus di depan kelas, ada air mata yang pernah jatuh diam-diam. Ada malam-malam panjang yang dilalui dengan kegelisahan, dan ada hari-hari berat saat semangat nyaris padam.
Buku ini menghadirkan kisah nyata para guru yang berjuang melewati fase-fase paling berat dalam awal perjalanan mereka: rasa tidak percaya diri, keterbatasan sarana, tekanan lingkungan, hingga keraguan akan pilihan hidup.
Namun, dari titik-titik terendah itulah lahir kekuatan baru. Mereka bertahan, bangkit, dan akhirnya menjadikan kisah perjuangan itu sebagai sumber inspirasi yang menyentuh hati.
Melalui kisah-kisah di dalamnya, para pembaca diajak merenung dan meraspi makna. Karena pada akhirnya, setiap guru adalah pejuang yang kisahnya layak dikenang.
Buku setebal 140 halaman ini disusun para guru literasi dari berbagai Kabupaten dan Provinsi: Izatul Laela, KS SDN Karangsono Wonorejo, Pasuruan, Jawa Timur; Melissa Dwi Kristianita Guru SMPN 1 Waru Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur; Isni Awalia, Guru SMPN 3 Kuala Mandor B Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Khusnul Istiqomah, Guru SDN 9 KUBU, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat; Mery Nurmalina Guru SMAN 2 Selong, Kabupaten Lombok Timur, NTB; Wuri Yeni ,Guru SDN Krian. 3 Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur; Iswahyuti, Pengawas Madrasah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur; Nia Radiona, Guru SMA N 1 Lenek, Kabupaten Lombok Timur., NTB; Lili Barlian,Guru SMPN 3 Sungai Raya Kubu Raya; dan Emi Rahmawati, Guru SMAN 2 Selong, Kabupaten Lombok Timur, NTB. (ril/muz)