Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Ekonomi Digital dalam Pembelajaran Ekonomi

Ekonomi Digital dalam Pembelajaran Ekonomi

78177
Suyanti, S. Pd SMA N 1 Karangnongko Kabupaten Klaten
Suyanti, S. Pd SMA N 1 Karangnongko Kabupaten Klaten

JATENGPOS.CO.ID, – Perkembangan perekonomian berbasis layanan digital saat ini berkembang pesat. Hampir semua elemen masyarakat menggunakan layanan digital dalam memenuhi kebutuhan. Dunia menjadi tanpa batas. Artinya, manusia dapat saling berinteraksi dari satu tempat dengan tempat yang lain tanpa harus bertemu. Facebook, whatsapp, instagram, link merupakan sebagian aplikasi layanan digital yang sering digunakan masyarakat.

Penggunaan layanan digital tentu terdapat kelemahan dan kelebihan.  Namun, adakah cara untuk meminimalisir kelemahan tersebut?Tentu saja ada.  Para pengguna layanan digital diharapkan untuk menjadi pengguna layanan digital yang cerdas dan bijak. Maksudnya, mereka menggunakan layanan digital sesuai kebutuhan dengan memperhatikan Undang Undang tentang Informasi dan Teknologi (UU IT) yang berlaku di Indonesia.

Penggunaan layanan digital ternyata berpengaruh positif pada perkembangan perekonomian di masyarakat. Masyarakat berlomba mengais rejeki dengan menggunakan layanan digital untuk bertransaksi. Penggunaan layanan digital dalam dunia ekonomi inilah yang disebut ekonomi digital.

Ekonomi digital memuat adanya perdagangan online(e-commerce), e-travel, dan technology financial(fintech).  Kegiatan utama dalam ekonomi digital adalah adanya transaksi online antar pelaku ekonomi dan pembayaran online. Kegiatan tersebut merupakan sebagian materi dalam pembelajaran ekonomi tingkat Sekolah Menegah Atas (SMA). Transaksi merupakan kesepakatan jual beli. Pelaku ekonomi meliputi rumah tangga produsen, rumah tangga konsumen, rumah tangga pemerintah, dan masyarakat luar negeri.  Pembayaran online merupakan pembayaran lembaga keuangan yang menyediakan pelayanan pembayaran online seperti ATM, Kartu Debet, Kartu Kredit, dan e-money.

Guru mata pelajaran ekonomi dituntut harus mau mengamati, menganalisa, dan menarik kesimpulan dari fenomena ekonomi yang terjadi di sekitarnya. Semua guru pun juga dituntut untuk menguasai dan menggunakan layanan digital secara optimal. Hal ini sebagai penunjang up date materi ekonomi secara menyeluruh serta memudahkan dalam berkomunikasi.

Pembelajaran ekonomi akan semakin bervariasi secara kontekstual apabila guru mau mengikuti perkembangan ekonomi digital. Artinya, guru dapat menggunakan fenomena ekonomi digital sebagai salah satu bahan pembuatan soal Higher Order Thinking Skills(HOTS). Peserta didik dibimbing berfikir kritis, menganalisa suatu kejadian kemudian menciptakan suatu ide untuk memecahkan masalah yang muncul dari kejadian ekonomi tersebut.

Salah satu contoh ekonomi digital dalam pembelajaran ekonomi adalah adanya perdagangan online(e-commerce). Contoh praktik e-commerce adalah bukalapak, Gojek, Tokopedia, dan traveloka. E-commerce melakukan kegiatan jual beli barang/jasa yang menghubungkan langsung antara penjual dan pembeli. Setiap orang bisa menjadi penjual atau pembeli online.

Ekonomi digital dalam pembelajaran ekonomi akan memberikan kontribusi yang besar dalam pengembangan materi pembelajaran. Setiap guru ekonomi diharapkan mengikuti perkembangan tersebut agar dapat memfasilitasi peserta didik dalam mengembangkan potensi diri dan membangun cita-citanya. Peserta didik dapat dilibatkan dalam ekonomi digital misalnya menjadi pembeli atau penjual di toko online kemudian bertransaksi melalui technology financial (fintech).

Ekonomi digital juga dapat membuka pola pikir pembelajar ekonomi untuk membimbing peserta didik dalam berkreasi, berinovasi, dan berwirausaha. Guru mata pelajaran ekonomi juga harus dapat merangsang peserta didik dalam berkreasi dan berinovasi untuk menghasilkan suatu produk/jasa kemudian berani berwirausaha  dengan menjadi penjual di toko online. Hal ini bertujuan untuk mengubah mindset bahwa menjadi produsen itu lebih menguntungkan daripada menjadi konsumen.

Pekerjaan rumah para guru ekonomi saat ini adalah membimbing peserta didik untuk selalu mengikuti perkembangan ekonomi digital dan membentuk output yang ready to innovate(siap berinovasi), ready to creativity(siap berkreasi), dan ready to entrepreneurship(siap berwirausaha). Hal ini dikarenakan ekonomi digital di Indonesia memiliki pospek yang bagus dan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Guru ekonomi juga diharapkan dapat menciptakan suasana pembelajaran ekonomi yang menyenangkan dan up to date agar peserta didik  siap menghadapi ASEAN Economic Community atau Masyarakat Ekonomi ASEAN(MEA).

Suyanti, S. Pd

SMA N 1 Karangnongko

Kabupaten Klaten