28 C
Semarang
Minggu, 1 Maret 2026

‘Mageri Segoro’, 200.000 Mangrove Ditanam di 17 Titik Pesisir Jateng

JATENGPOS.CO.ID,   BREBES – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2025 dan memperkuat ketahanan wilayah pesisir, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar aksi penanaman mangrove serentak bertajuk “Mageri Segoro”. Kegiatan ini dilaksanakan serentak di 17 titik sepanjang pesisir utara dan selatan Jawa Tengah, dengan pusat kegiatan di
Pantai Randusanga, Kabupaten Brebes.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dan Wakil Gubernur, Taj Yasin, hadir langsung di lokasi utama, didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah, Widi Hartanto. Aksi ini turut melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari
pemerintah daerah, TNI/Polri, komunitas pecinta lingkungan, pelajar, hingga masyarakat pesisir.

Gerakan Mageri Segoro tahun ini diikuti lebih dari 2.000 peserta dan menjangkau 185 desa di 24 kecamatan wilayah pesisir Jawa Tengah. Dalam satu hari, sebanyak 200.000 batang mangrove ditanam di area seluas total 3.000 hektare. Di Pantai Randusanga sendiri, ditanam 25.200 batang mangrove di lahan seluas 4 hektare, sementara di 13 desa lainnya di Kabupaten Brebes ditanam total 26.000 batang.

Baca juga:  DJP Luncurkan Piagam Wajib Pajak

PT Sucofindo sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di bidang inspeksi, pengujian, sertifikasi, pelatihan, dan konsultansi, turut ambil bagian dalam kegiatan pelestarian lingkungan ini.

Kepala Cabang Sucofindo Semarang, Habib Krisna Wijaya mengatakan,
pentingnya peran mangrove dalam menjaga kawasan pesisir dari abrasi dan banjir rob, sekaligus mendukung sektor perikanan dan pariwisata berbasis ekowisata.

“Kegiatan ini memiliki manfaat jangka panjang bagi masyarakat pesisir. Selain menjadi pelindung alami, mangrove juga meningkatkan kualitas lingkungan dan mendukung leberlanjutan ekonomi masyarakat,” jelas Habib.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Inspeksi dan Pengujian PT Sucofindo, Wahyu Prabowo menambahkan, partisipasi Sucofindo tidak berhenti pada penanaman.

“Kami memiliki program lanjutan berupa pemantauan dan perawatan pasca tanam, serta pelibatan aktif
masyarakat melalui kelompok tani hutan dan sekolah pesisir agar mangrove benar-benar tumbuh dan memberi manfaat,” imbuhnya.

Baca juga:  PGN Raih TOP GRC Award 2025

Habib Krisna Wijaya pun mengajak kepada seluruh pihak untuk
menjadikan kegiatan ini sebagai momentum bersama menjaga bumi.

“Kita semua punya peran. Mulailah dari langkah kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menanam pohon. Bumi hanya satu, mari kita jaga bersama,” tandasnya.(aln)



TERKINI

Rekomendasi

...