27.7 C
Semarang
Rabu, 21 Januari 2026

Menko Zulkifli Hasan dan PNM Dorong Pemberdayaan Petani di Lereng Merbabu

*Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

JATENGPOS.CO.ID, SALATIGA- Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus dilakukan pemerintah melalui sinergi dengan lembaga pembiayaan mikro. Hal ini ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, saat meninjau kegiatan nasabah PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di kawasan lereng Gunung Merbabu, Kabupaten Magelang dan Kabupaten Semarang, Kamis (9/10/2025).

 

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda pemberdayaan petani hortikultura dan pelaku usaha mikro di sektor pangan. Program ini juga diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan protein dan karbohidrat masyarakat, terutama menjelang implementasi program makan bergizi nasional.

 

Zulkifli Hasan mengatakan, kebijakan utama Presiden saat ini adalah memperkuat ketahanan pangan dalam arti luas, mencakup karbohidrat dan protein.

 

“Kita akan butuh banyak ayam, telur, sayur, buah, dan beras. Tahun depan ada 82,5 juta anak-anak yang perlu protein. Anggarannya sudah ada Rp335 triliun, jadi kita harus siap sejak sekarang agar tidak kekurangan pasokan,” ujarnya.

Baca juga:  XL Axiata Menangi 4 Kategori Opensignal Award

 

Ia menegaskan, sektor peternakan, hortikultura, dan perikanan harus dikembangkan secara terpadu agar mampu menjaga kestabilan harga dan ketersediaan pangan di seluruh daerah. Zulkifli juga menyampaikan apresiasinya kepada PNM yang telah berperan aktif mendukung petani dan pelaku usaha pangan di tingkat desa.

 

“Program pemberdayaan seperti ini penting karena menyentuh langsung masyarakat di akar rumput. Dari hortikultura, petelur, hingga ikan, semuanya berkontribusi untuk memperkuat fondasi pangan nasional,” katanya.

 

Sementara itu, Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi menyampaikan, PNM kini telah memiliki sekitar 22,7 juta nasabah perempuan di seluruh Indonesia, dengan 16 juta di antaranya aktif mendapatkan pendampingan usaha.

 

“Kami memiliki lebih dari 920.000 kelompok usaha yang tersebar di 6.165 kecamatan, 652 kabupaten/kota, dan 36 provinsi. Ini adalah bentuk kontribusi kami dalam memperkuat ekonomi masyarakat dan mendukung ketahanan pangan,” ungkap Arief.

Baca juga:  ABM Raih Penghargaan PRIA 2022

 

Menurutnya, fokus PNM saat ini bukan hanya pada pembiayaan modal, tetapi juga peningkatan kapasitas produksi agar pelaku usaha mikro dapat memenuhi kebutuhan pasar dan program pangan nasional secara berkelanjutan.

 

“Harapan kami, usaha kecil di daerah bisa tumbuh dari memenuhi kebutuhan rumah tangga hingga mampu menyuplai kebutuhan nasional, termasuk untuk program makan bergizi anak-anak Indonesia,” tambahnya.

 

Melalui sinergi pemerintah dan PNM, kawasan seperti Kopeng diharapkan menjadi contoh pemberdayaan ekonomi lokal berbasis pangan. Upaya ini sejalan dengan strategi nasional untuk menciptakan kemandirian pangan sekaligus menggerakkan ekonomi desa.(aln)


TERKINI

Rekomendasi

...