25 C
Semarang
Minggu, 8 Maret 2026

DAIKIN Apresiasi Orisinalitas Desain, Kompetisi Meluas hingga ASEAN

JATENGPOS.CO.ID, JAKARTA-  Ajang DAIKIN Designer Awards 2025 kembali digelar dan menjadi panggung apresiasi bagi karya arsitektur dan desain interior yang menghadirkan estetika sekaligus memperhatikan sistem tata udara. Puncak penghargaan berlangsung di Jakarta dengan antusiasme tinggi dari para pegiat profesional maupun mahasiswa.

Sebanyak 21 penghargaan diberikan mewakili tujuh kategori yang dipilih dari lebih dari 1.700 peserta. Jumlah ini terus meningkat setiap tahun menandakan lahirnya banyak inspirasi baru di dunia desain ruang hidup dan bangunan komersial.

“Kompetisi ini semakin berkembang dan menjadi wadah lahirnya desain yang tak hanya indah, tetapi juga sehat secara tata udara,” ujar Shinji Miyata, Presiden Direktur PT Daikin Airconditioning Indonesia. Ia menyebut peningkatan peserta menjadi bukti bertumbuhnya minat dan kualitas desain di Indonesia.

Tahun ini menjadi tonggak baru karena DAIKIN menggandeng Malaysia dan membuka kompetisi lintas negara. Kolaborasi dilakukan bersama DOMA Initiatives dan Malaysian Institute of Interior Designers (MIID) untuk memperluas jangkauan inspirasi di kawasan ASEAN.

Baca juga:  SIG Catatkan Kinerja Positif

“Kami berharap semangat desain ideal ini menyebar lebih luas di Asia Tenggara,” tambah Shinji Miyata. Ia menilai kolaborasi menjadi langkah strategis menuju standar desain regional yang lebih inovatif.

Di dalam negeri, DAIKIN tetap melanjutkan kemitraan dengan IAI Jakarta, IAI Jawa Barat, dan HDII DKI Jakarta. Keterlibatan berbagai asosiasi ini menguatkan posisi kompetisi sebagai ajang prestisius bagi pelaku arsitektur dan desain interior.

Tahun ini, kompetisi mengusung tema “Originality”, dengan tantangan merancang hunian serta bangunan Food & Beverage (F&B) dalam kategori profesional dan mahasiswa. Penjurian dilakukan oleh tokoh ternama dari Indonesia dan Malaysia, termasuk Tan Tik Lam, Cosmas Gozali, Alex Bayusaputro, serta Adjunct Prof. IDr. Joe WH Chan.

Pada kategori proyek terbangun, GeTs Architects meraih penghargaan utama melalui karya “The Steric Spes”. Desainnya menggabungkan bentuk, kenangan, dan harapan melalui fasad responsif berbahan blok beton berpola kisi-kisi yang menarik perhatian juri.

Baca juga:  Kolaborasi Safety Riding Astra Motor Jateng & Fiber Academy

Kategori konseptual pun tak kalah bersaing. Dreamlabs Architects menjadi juara arsitektur hunian profesional dengan karya “Weave”, terinspirasi dari tradisi tenun yang dipadukan dengan kehidupan modern. Qhawarizmi Architect dan HOW’s menyusul sebagai juara berikutnya.

Sementara itu, Solenne Space mencuri perhatian dengan karya “Defying The Ordinary: A Narrative of Bold Intimacy”. Karya ini langsung memborong dua penghargaan sekaligus di kategori desain interior hunian profesional dan Daniel’s Choice.

Dari kelompok mahasiswa, karya “V House” oleh Syaukat Zidane dkk. memenangkan kategori desain interior hunian. Sedangkan karya “Umah Nataran” oleh Muhammad Hendy Gymnastiar dan I Wayan Balitar Yana menjadi pemenang arsitektur hunian konseptual.

“Daikin Designer Awards hadir untuk menumbuhkan ide dan menyebarkan inspirasi tentang desain hunian dan bangunan komersial ideal,” tutup Shinji Miyata. Ia berharap setelah kompetisi ini, semakin banyak karya orisinal yang lahir dan berdampak bagi masyarakat luas.(aln)



TERKINI

Rekomendasi

...