25 C
Semarang
Sabtu, 31 Januari 2026

BULOG Berdayakan UMKM Kedelai di Sragen

Pelatihan Pengolahan Makanan Berbasis Kedela Non-GMO

JATENGPOS.CO.ID,  SRAGEN – Perum BULOG memperkuat komitmen sosial melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BULOG Peduli UMKM. Komitmen ini diwujudkan lewat pelatihan pemberdayaan dan peningkatan kapasitas UMKM olahan kedelai yang digelar di Kabupaten Sragen pada 3–4 Desember.

Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan dan Peningkatan Kapasitas UMKM Pengolahan Pangan Berbahan Baku Kedelai Mutu Premium Non GMO” itu digelar untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha. BULOG memandang hilirisasi kedelai sebagai strategi penting dalam mendorong nilai tambah ekonomi masyarakat.

“Pelatihan ini menjadi bukti keberpihakan BULOG bagi UMKM agar mampu bertransformasi dan naik kelas dengan produk olahan kedelai yang berkualitas serta bernilai ekonomi lebih tinggi,” ujar Pemimpin Wilayah BULOG Jateng, Sri Muniati.

BULOG bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sragen melalui Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan. Sragen dipilih karena memiliki sentra kedelai potensial, khususnya di Kecamatan Sambirejo.

Baca juga:  Dunia Usaha Optimistis Menyikapi Penyempurnaan UU Cipta Kerja

“Kami ingin UMKM mendapatkan manfaat langsung dari potensi komoditas lokal sehingga mampu memperkuat ekonomi daerah,” lanjut Sri Muniati.

Pelatihan berlangsung di Aula Sentra Industri Kreatif dan Kerajinan (SIKK) Sragen dan diikuti 30 UMKM binaan dinas setempat. Peserta dibekali materi teknis pengolahan pangan berbasis kedelai Non-GMO serta penguatan manajemen usaha.

Pembukaan acara dilakukan Pemimpin Wilayah BULOG Jateng, bersama Bupati Sragen. Kolaborasi tersebut menjadi simbol dorongan bersama antara BUMN dan pemerintah daerah dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Peserta dibimbing meningkatkan keterampilan produksi dengan standar higienis, efisien, dan berorientasi pada kualitas. Materi diberikan untuk menekan kegagalan produksi sekaligus memperpanjang daya simpan produk olahan kedelai.

Pelatihan juga menekankan pentingnya keamanan pangan melalui penerapan GMP dan HACCP. Peserta diperkenalkan pada standar produksi aman, pengemasan sesuai regulasi, serta penggunaan bahan baku berkualitas.

Baca juga:  Komdigi Prakarsai AI Center of Excellence Bersama Indosat, Cisco, dan NVIDIA

Tidak hanya teknis pengolahan, materi pemasaran menjadi fokus penting. UMKM belajar inovasi produk, strategi branding, hingga pemanfaatan platform digital untuk memperluas pasar.

Peserta juga difasilitasi akses jaringan pemasok kedelai premium serta informasi sertifikasi halal, izin PIRT/OSS, dan label gizi. Langkah ini untuk menguatkan legalitas usaha sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen.

BULOG menegaskan, program TJSL ini selaras dengan Pilar Pembangunan Ekonomi dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 8. Perusahaan berharap UMKM mampu memperkuat perekonomian lokal dan menciptakan usaha yang mandiri.

“Kami ingin UMKM tumbuh berdaya saing dan memberi manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat Sragen,” tegasnya.

Melalui program ini, BULOG berkomitmen terus mendorong produktivitas, keberlanjutan usaha, dan peningkatan kesejahteraan. Upaya tersebut menjadi langkah strategis membangun ketahanan ekonomi berbasis masyarakat.(aln)



TERKINI

KoenoKoeni Hotel Semarang Topping-Off

Rekomendasi

...