JATENGPOS.CO.ID, SURAKARTA – PT PLN (Persero) memperkuat komitmen layanan listrik rendah emisi melalui pemanfaatan Renewable Energy Certificate (REC). Upaya ini disampaikan dalam Kuliah Umum di Sekolah Pascasarjana Universitas Sebelas Maret (UNS) bertema “PLN Mendukung Penggunaan Green Energy Melalui REC”.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah & DI Yogyakarta, Bramantyo Anggun Pambudi, menjadi narasumber utama dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa REC merupakan instrumen hukum yang memastikan penggunaan energi hijau secara terverifikasi bagi pelanggan.
“REC memberikan pengakuan resmi kepada pelanggan yang berkomitmen menggunakan energi terbarukan. Melalui mekanisme ini, PLN mengajak masyarakat berperan aktif dalam transisi menuju energi bersih,” ujar Bramantyo.
Ia menjelaskan, langkah ini sejalan dengan kebijakan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Pemerintah dan PLN kini mendorong pengembangan pembangkit energi baru terbarukan sebagai prioritas nasional.
“RUPTL menargetkan 76 persen pembangkit baru berasal dari energi terbarukan dengan kapasitas EBT mencapai 42,1 GW, atau dua kali lipat dari kondisi saat ini,” lanjutnya.
Kuliah umum tersebut dihadiri Wakil Rektor Perencanaan, Kerjasama, Informasi dan Internasionalisasi (PKII) UNS, Prof. Irwan Trinugroho, bersama Dekan Sekolah Pascasarjana UNS, Prof. Sajidan. Pihak kampus mengapresiasi kontribusi PLN dalam memperkuat wawasan akademik terkait energi bersih.
“Kehadiran PLN memberikan nilai tambah sangat berarti bagi pengembangan wawasan akademik kami,” ujar Prof. Irwan.
Ia menegaskan, kegiatan ini selaras dengan komitmen UNS dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Kampus juga mendorong pemanfaatan energi dari pengolahan sampah sebagai bagian dari konsep Green Campus.
“Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman tentang peran PLN dalam penyediaan energi terbarukan, skema REC, serta potensi pemanfaatan energi dari pengolahan sampah,” jelas Prof. Irwan.
Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran mahasiswa internasional, termasuk Hana, mahasiswa program doktor asal Aljazair. Ia mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai transisi energi di Indonesia.
“Penjelasan ini membuka wawasan saya tentang sektor kelistrikan Indonesia dan pencapaian transisi energi beberapa tahun terakhir,” ujar Hana.
Melalui kolaborasi dengan universitas, PLN berharap semakin banyak generasi muda memahami pentingnya energi hijau bagi pembangunan berkelanjutan. Pemanfaatan REC dipandang menjadi strategi penyediaan listrik yang andal, terjangkau, dan ramah lingkungan bagi masyarakat.
PLN menegaskan akan terus mendorong inovasi energi terbarukan serta mendukung target Net Zero Emissions 2060. Langkah ini menjadi bentuk tanggung jawab perseroan dalam menghadirkan masa depan energi bersih bagi Indonesia.(aln)






