JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG- Menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diimbau memastikan status kepesertaan tetap aktif. Langkah ini penting agar peserta dan anggota keluarga tetap nyaman mengakses layanan kesehatan selama libur panjang akhir tahun.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Sari Quratul Ainy mengatakan, BPJS Kesehatan menegaskan komitmennya untuk tetap menghadirkan layanan optimal selama periode libur Nataru. Berbagai skema pelayanan disiapkan agar peserta JKN yang bepergian ke luar daerah tetap dapat memanfaatkan haknya saat membutuhkan layanan kesehatan.
“Program JKN tidak membatasi peserta yang membutuhkan pelayanan kesehatan di luar domisili. Peserta tetap bisa mengakses Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” katanya.
Sari menjelaskan, peserta JKN yang berada di luar daerah domisili dapat mendatangi FKTP terdekat untuk memperoleh pelayanan kesehatan awal. Informasi lokasi faskes juga dapat diakses dengan mudah melalui Aplikasi Mobile JKN.
Di wilayah Kota Semarang, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 247 FKTP. Sementara di Kabupaten Demak, terdapat 107 FKTP yang siap melayani peserta JKN selama libur akhir tahun.
Untuk kondisi kegawatdaruratan, peserta JKN dapat langsung mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit terdekat. Pelayanan gawat darurat tetap dijamin tanpa melihat domisili peserta.
Selain layanan langsung, BPJS Kesehatan juga menyediakan fitur konsultasi dokter melalui Aplikasi Mobile JKN. Fitur ini memungkinkan peserta berkonsultasi secara daring dengan dokter di faskes tempat terdaftar.
“Semua layanan JKN gratis tanpa biaya tambahan. Peserta hanya perlu memastikan kepesertaan aktif, termasuk melunasi iuran jika masih terdapat tunggakan,” tukas Sari Quratul Ainy.
BPJS Kesehatan juga menyiapkan berbagai kanal pengaduan dan informasi selama Nataru. Peserta dapat mengakses layanan melalui Aplikasi Mobile JKN, Care Center 165, PANDAWA di nomor 08118165165, maupun Petugas BPJS SATU di setiap faskes.
Manfaat JKN turut dirasakan Sri Wahyuni (39), perantau asal Kota Semarang yang bekerja di Bali. Ia mengaku kerap mengandalkan JKN saat jatuh sakit, baik di tempat kerja maupun saat mudik ke kampung halaman.
“Faskes saya terdaftar di Bali, tapi meski berobat di Semarang tetap bisa dilayani. Cukup menunjukkan KIS Digital di Aplikasi Mobile JKN,” ujar Sri Wahyuni.
Yuni menilai prosedur layanan JKN kini semakin mudah dan praktis. Menurutnya, pemahaman prosedur menjadi kunci agar peserta bisa merasakan manfaat JKN secara maksimal.
“Pakai JKN serba gampang dan bisa dipakai di mana saja. Banyak yang bingung karena belum paham prosedurnya, padahal manfaatnya besar,” pungkas Sri Wahyuni.(aln)

