27 C
Semarang
Sabtu, 3 Januari 2026

Sinergi BPH Migas dan PGN Jaga Keandalan Gas Bumi saat Libur Nataru 2026

JATENGPOS.CO.ID, SURABAYA – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melakukan monitoring langsung pasokan gas bumi di Jawa Timur selama periode Natal dan Tahun Baru 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan keandalan distribusi gas bumi bagi sektor industri, komersial, hingga rumah tangga.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas bersama Direktur Manajemen Risiko PGN Eri Surya Kelana memimpin kunjungan ke sejumlah pelanggan gas bumi dan lokasi offtake station PGN, Jumat (26/12/2025). Turut hadir Direktur Teknik dan Operasi Pertagas Agung Indri Pramantyo serta General Manager PGN Sales Operation Region (SOR) III Hedi Hedianto.

“Suplai gas bumi selama periode perayaan Natal dan Tahun Baru berada dalam kondisi sangat aman dan tidak mengalami kendala operasional. Seluruh sistem penyaluran dan pengangkutan gas berjalan normal serta andal,” ujar Wahyudi Anas.

Menurut Wahyudi, kondisi penyaluran gas bumi selama periode Nataru justru relatif lebih aman. Kapasitas pasokan dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, termasuk sektor kelistrikan yang tetap beroperasi stabil.

Baca juga:  Astra Motor Jateng Gelar Mendadak Pensi di 10 SMA/K Wilayah Surakarta

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Rumah Sakit William Booth Surabaya yang telah memanfaatkan gas bumi sejak 1998. Selama lebih dari dua dekade, rumah sakit tersebut tidak pernah mengalami gangguan pasokan gas.

“Pemanfaatan gas bumi memberikan keandalan pasokan sekaligus efisiensi biaya operasional yang signifikan. Efisiensi biaya yang kami peroleh mencapai sekitar 53 persen,” ujar perwakilan manajemen rumah sakit.

Kunjungan juga dilakukan ke PT Indospring Tbk di Gresik sebagai pelanggan sektor industri. Perusahaan tersebut memiliki konsumsi gas sekitar 1,2 juta standar kaki kubik per bulan dan tengah melakukan pengembangan kawasan serta penambahan pabrik baru.

“Kunjungan ke sektor industri dan rumah sakit ini menegaskan peran regulator, operator pipa transmisi, serta badan usaha niaga dalam menjaga kontinuitas penyaluran gas bumi. Sinergi ini penting agar tidak terjadi gangguan pasokan,” kata Wahyudi Anas.

Dari sisi operator niaga, PGN telah menyiapkan langkah antisipasi selama periode Nataru. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keandalan layanan gas bumi di seluruh wilayah operasi.

Baca juga:  Dongkrak Penjualan, Astra Daihatsu Kembali Luncurkan Program DAIFIT

“Menghadapi periode Natal dan Tahun Baru, PGN telah membentuk Satuan Tugas Nataru sejak November hingga 11 Januari. Satgas ini memastikan keandalan infrastruktur, pemenuhan kontrak pasok, serta penerapan strategi keandalan suplai,” ujar Direktur Manajemen Risiko PGN, Eri Surya Kelana.

Selain itu, PGN juga menyiapkan pasokan alternatif melalui skema beyond pipeline. Alternatif tersebut antara lain disediakan dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG) untuk mengantisipasi kondisi darurat.

Sementara itu, General Manager PGN SOR III Hedi Hedianto menyampaikan realisasi penyaluran gas bumi selama periode Nataru di wilayahnya mencapai sekitar 236–241 BBTUD. Sebagian besar penyaluran gas digunakan untuk kebutuhan pembangkit listrik di Tambak Lorok, Gresik, dan Batang.

Hedi memastikan layanan gas bumi di wilayah SOR III berjalan optimal selama periode libur panjang. PGN berkomitmen menjaga keandalan suplai agar seluruh sektor pelanggan tetap aman dalam memanfaatkan gas bumi.(aln)


TERKINI

Rekomendasi

...