JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Provinsi Jawa Tengah pada Desember 2025 secara tahunan atau year on year (y-on-y) sebesar 2,72 persen. Capaian tersebut tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,98.
Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Endang Tri Wahyuningsih mengatakan, inflasi tertinggi terjadi di Kota Semarang sebesar 2,84 persen dengan IHK 109,10. Sementara inflasi terendah tercatat di Kabupaten Rembang sebesar 2,47 persen dengan IHK 113,16.
“Secara umum, inflasi y-on-y Jawa Tengah pada Desember 2025 masih berada dalam kondisi terkendali,” ujar Endang Tri Wahyuningsih.
Ia menjelaskan, inflasi tahunan terjadi akibat kenaikan harga pada hampir seluruh kelompok pengeluaran. Dari sebelas kelompok pengeluaran, sepuluh di antaranya mengalami peningkatan indeks harga.
“Kenaikan terbesar terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,95 persen serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang meningkat 12,04 persen,” katanya.
Selain itu, kelompok pendidikan mengalami inflasi sebesar 2,66 persen, diikuti kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 2,24 persen. Kelompok transportasi juga mengalami kenaikan indeks harga sebesar 1,40 persen.
Namun demikian, satu kelompok pengeluaran mengalami penurunan indeks. Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan tercatat mengalami deflasi sebesar 0,67 persen.
Endang Tri Wahyuningsih menambahkan, secara bulanan atau month to month (m-to-m), inflasi Jawa Tengah pada Desember 2025 tercatat sebesar 0,50 persen. Sementara inflasi sejak awal tahun atau year to date (y-to-d) mencapai 2,72 persen.
“Pergerakan inflasi bulanan dipengaruhi meningkatnya permintaan masyarakat pada akhir tahun, terutama untuk kebutuhan konsumsi,” ujarnya.(aln)



