25 C
Semarang
Rabu, 14 Januari 2026

Inflasi Jateng 2025 Terjaga di Rentang Sasaran

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Inflasi Provinsi Jawa Tengah sepanjang 2025 terjaga dalam rentang sasaran nasional 2,5±1 persen. Capaian inflasi Jawa Tengah tercatat lebih rendah dibandingkan inflasi nasional, baik secara bulanan maupun tahunan.

Pada Desember 2025, inflasi Jawa Tengah tercatat sebesar 0,50 persen secara bulanan (mtm) dan 2,72 persen secara tahunan (yoy). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 0,64 persen (mtm) dan 2,92 persen (yoy).

Plh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari Hufaid mengatakan, tekanan inflasi Desember 2025 terutama berasal dari Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau. Kelompok ini memberikan andil inflasi sebesar 0,38 persen secara bulanan.

“Kenaikan harga cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang merah menjadi pendorong utama inflasi, seiring meningkatnya permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru serta penurunan produksi akibat cuaca ekstrem,” kata Andi Reina Sari.

Baca juga:  Wajib Diketahui Bagi yang Pertama Mengendarai Honda EM1 e:

Selain itu, inflasi juga disumbang Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya dengan andil 0,08 persen (mtm). Kenaikan tersebut terutama dipicu oleh lonjakan harga emas perhiasan.

“Harga emas dunia yang mencapai rekor tertinggi mendorong inflasi emas perhiasan hingga 62,35 persen secara tahunan, seiring meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik global,” ujarnya.

Tekanan inflasi turut berasal dari Kelompok Transportasi dengan andil 0,02 persen (mtm). Kenaikan harga bensin, khususnya Pertamax dan Pertamax Turbo, menjadi faktor pendorong utama.

“Tekanan inflasi transportasi tertahan oleh penurunan tarif angkutan udara berkat diskon tiket domestik kelas ekonomi selama periode libur akhir tahun,” kata Andi Reina Sari.

Baca juga:  KAI Daop 4 Semarang Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas

Secara spasial, seluruh kota Indeks Harga Konsumen di Jawa Tengah mencatatkan inflasi sepanjang 2025. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Semarang sebesar 2,84 persen (yoy), disusul Kota Tegal 2,83 persen dan Cilacap serta Surakarta masing-masing 2,79 persen.

Ke depan, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah akan terus memperkuat koordinasi pengendalian inflasi. Upaya tersebut difokuskan pada menjaga kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi komoditas.

“Sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terus diperkuat agar inflasi Jawa Tengah tetap terjaga dalam rentang sasaran 2,5±1 persen,” ujar Andi Reina Sari.(aln)


TERKINI

Rekomendasi

...