27 C
Semarang
Rabu, 14 Januari 2026

JKN Jadi Penopang Yanti Dampingi Anak Lawan Talasemia

 

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG- Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi sandaran utama Safitri Yanti, warga Salatiga, dalam mendampingi putri tercintanya yang mengidap talasemia. Dukungan JKN membuat Yanti mampu bertahan menghadapi perawatan rutin sang anak tanpa terbebani biaya besar.

Safitri Yanti mengisahkan, anaknya Andira Naifa Fadila mulai terdeteksi talasemia sejak usia sekitar 18 bulan. Kondisi tersebut ditandai dengan batuk pilek berkepanjangan, demam tak kunjung turun, mimisan, tubuh lemas, dan wajah semakin pucat.

“Saat anak berumur sekitar delapan belas bulan sering sakit batuk pilek dan panas yang tidak turun-turun bahkan beberapa kali disertai mimisan, badan lemas dan wajah makin pucat,” ujar Yanti, saat ditemui Selasa (6/1/2026).

Baca juga:  309 Atlet Boyolali Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Yanti kemudian membawa Andira ke puskesmas karena pertumbuhannya tak seperti anak seusianya. Dari hasil pemeriksaan, Andira dirujuk ke Rumah Sakit Daerah Salatiga karena kondisinya semakin mengkhawatirkan.

“Disitulah baru ketahuan terkena talasemia setelah di tes darah, kemudian dirawat inap selama tiga hari, lalu diberikan rujukan lagi ke Rumah Sakit dr Kariadi untuk dilakukan transfusi darah serta dirawat inap kembali lima hari hingga akhirnya diperbolehkan pulang,” tambahnya.

Sejak saat itu, Yanti rutin mendampingi Andira menjalani transfusi darah sebulan sekali ke Semarang. Jarak dan cuaca tidak menyurutkan tekadnya untuk terus menjaga kesehatan sang buah hati.

“Bersyukur kami sekeluarga terdaftar JKN, dengan adanya JKN tentu sangat membantu terutama soal biaya. Apalagi kini kami hanya mengandalkan penghasilan suami setelah sebelumnya saya memilih mundur dari pekerjaan demi merawat Andira,” ungkapnya.

Baca juga:  JNE Dukung Pembangunan RS Hasyim As’syari Jombang

Yanti mengaku selama memanfaatkan JKN tidak pernah mengalami kendala dalam pelayanan kesehatan. Mulai dari puskesmas hingga rumah sakit, seluruh proses berjalan lancar tanpa biaya tambahan.

“Dokter maupun perawatnya informatif dan gesit, alhamdulillah sekarang juga sudah jarang sakit, anaknya juga lebih ceria dan semangat. Terima kasih BPJS Kesehatan sudah banyak membantu,” katanya.

Menurut Yanti, Program JKN bukan sekadar jaminan kesehatan, tetapi juga menjadi penopang harapan bagi keluarganya. Ia berharap JKN terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas yang membutuhkan.(aln)


TERKINI

Rekomendasi

...