25 C
Semarang
Selasa, 13 Januari 2026

Hotel Berbintang Masih Dominan, Wisata Jateng Jalan di Tempat

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG-  Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel pada November 2025 mencapai 34,77 persen. Angka ini menunjukkan sektor perhotelan di Jawa Tengah belum sepenuhnya pulih.

Statistisi Ahli Madya BPS Jawa Tengah, Wisnu Nurdiyanto menyebut, TPK hotel berbintang pada November 2025 tercatat sebesar 47,47 persen, jauh di atas hotel nonbintang yang hanya 23,29 persen. Kondisi ini mencerminkan preferensi wisatawan masih condong ke hotel berbintang.

“Hotel berbintang masih menjadi pilihan utama wisatawan karena fasilitas dan akses yang lebih lengkap,” ujar Wisnu Nurdiyanto.

BPS Jawa Tengah juga mencatat Rata-rata Lama Menginap (RLM) tamu hotel pada November 2025 berada di angka 1,25 malam. Pola ini menunjukkan mayoritas wisatawan hanya melakukan perjalanan singkat.

Baca juga:  Inisiatif Public Private Track 1.5 Perkuat Kerja Sama Bilateral Indonesia - Jepang

“Rata-rata lama menginap yang masih pendek menandakan wisatawan belum menjadikan Jawa Tengah sebagai destinasi tinggal lama,” kata Wisnu.

RLM hotel berbintang pada November 2025 tercatat selama 1,39 malam, sedangkan hotel nonbintang hanya 1,06 malam. Perbedaan ini menunjukkan variasi daya tarik dan layanan antarsegmen hotel.

“Hotel nonbintang masih menghadapi tantangan besar untuk meningkatkan lama tinggal tamu,” ujar Wisnu Nurdiyanto.

Pada periode Januari hingga November 2025, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) tujuan Jawa Tengah mencapai 133,92 juta perjalanan. Angka ini turun tipis 0,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

“Penurunan ini sangat kecil dan masih mencerminkan stabilitas pergerakan wisata domestik,” kata Wisnu.

Baca juga:  Pemerintah Dorong Lulusan SMK Siap Bekerja di Luar Negeri

BPS mencatat tren pariwisata Jawa Tengah sepanjang 2025 relatif stabil dibandingkan lonjakan kunjungan pada 2024. Fluktuasi lebih dipengaruhi faktor musiman dan daya beli masyarakat.

“Momentum libur panjang dan event daerah masih menjadi kunci untuk mendorong pergerakan wisatawan,” ujarnya.

BPS Jawa Tengah menilai data TPK, RLM, dan perjalanan wisnus menjadi indikator penting kondisi pariwisata daerah. Pemerintah daerah dan pelaku usaha diharapkan memanfaatkan data ini untuk memperkuat strategi promosi dan meningkatkan lama tinggal wisatawan.(aln)


TERKINI

Rekomendasi

...