JATENGPOS.CO.ID, JEPARA — PT PLN (Persero) bergerak cepat melakukan pemulihan pasokan listrik di wilayah Jepara, Pati, dan Kudus yang terdampak banjir dan longsor akibat cuaca ekstrem. Hujan deras disertai petir pada Sabtu (10/1/2026) menyebabkan gangguan distribusi listrik di sejumlah wilayah kerja PLN UP3 Kudus.
Gangguan tersebut berdampak pada 13 gardu distribusi PLN. Kerusakan aset meliputi empat tiang Jaringan Tegangan Menengah (JTM) patah, tiga tiang JTM miring, serta satu unit transformator mengalami kerusakan akibat banjir.
PLN langsung menerjunkan tim teknik gabungan untuk melakukan pengamanan, perbaikan, dan percepatan pemulihan pasokan listrik. Seluruh 1.040 pelanggan terdampak berhasil dinormalkan kembali dan telah menikmati aliran listrik pada Minggu (11/1/2026).
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta Bramantyo Anggun Pambudi mengatakan PLN berkomitmen merespons cepat setiap gangguan kelistrikan, khususnya yang disebabkan oleh bencana alam. Menurutnya, keselamatan petugas dan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap tahap penanganan.
“PLN bergerak cepat dan fokus mempercepat pemulihan suplai listrik dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk wilayah terdampak pascabanjir dan longsor. Keselamatan petugas dan masyarakat menjadi prioritas utama kami,” ujar Bramantyo.
Dalam proses pemulihan, PLN juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara serta stakeholder terkait. Sinergi tersebut dilakukan untuk melokalisir gangguan dan mempercepat recovery pasokan listrik secara aman.
“Kami mengapresiasi dukungan BPBD dan seluruh stakeholder yang terlibat. Kolaborasi ini membantu PLN melakukan penanganan gangguan secara cepat sehingga pasokan listrik masyarakat kembali normal,” imbuhnya.
PLN mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bahaya kelistrikan di wilayah terdampak banjir dan longsor selama cuaca ekstrem. Apabila terjadi gangguan, pelanggan diminta segera melapor melalui aplikasi PLN Mobile atau kanal resmi PLN lainnya.(aln)



