26 C
Semarang
Kamis, 22 Januari 2026

Deteksi Dini Resiko Sakit, BPJS Kesehatan Ajak Peserta Skrining Riwayat Kesehatan

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG BPJS Kesehatan terus mendorong masyarakat, khususnya peserta JKN menyadari pentingnya mencegah resiko penyakit kronis di masa yang akan datang. Tak sekedar himbauan, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mewajibkan seluruh pesertamelakukan Skrining Riwayat Kesehatan melalui Aplikasi Mobile JKN.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Sari Quratul Ainy menjelaskan, gerakan Skrining Riwayat Kesehatan wajib dilakukan oleh seluruh peserta JKN yang telah berusia 15 tahun keatas, dan dilakukan secara rutin setiap satu tahun sekali. Agar tidak terlupa Sari menyarankan agar rutin dilakukan setiap awal tahun.

“Program JKN tak sekedar fokus pada ranah rehabilitatif dan kuratif saja, namun upaya promotif preventif turut menjadi prioritas utama, harapannya angka kesakitan atau mordibitas penduduk terhadap penyakit kronis seperti diabetes melitus, hipertensi, kanker, penyakit jantung, hingga stroke dapat diketahui lebih awal melalui skrining ini,” ucapnya, Kamis (15/1/2026).

Berdasarkan data yang dimiliki oleh BPJS Kesehatan Cabang Semarang, pada tahun 2025 lalu sebanyak 1.245.525 peserta di wilayah Kota Semarang dan Kabupaten Demak telah mengisi Skrining Riwayat Kesehatan baik melalui Aplikasi Mobile JKN, Web Skrining, layanan Pandawa maupun saat berkunjung ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Baca juga:  Peringati Hakordia, DJP Jateng I Gelar Kampanye Simpatik Funbike

Skrining tersebut menjaring peserta dengan resiko Anemia sebanyak 15.458, Diabetes Melitus sebanyak 286.792, Hepatitis B sebanyak 12.994, Hepatitis C sebanyak 2.655, Hipertensi sebanyak 96.775, Kanker Kolektal sebanyak 440, Kanker paru sebanyak 1.978, Kanker Payudara sebanyak 2.307, Kanker Serviks sebanyak 101.893, PPOK sebanyak 8.678, TBC sebanyak 7.749, dan Thalasemia sebanyak 772 penyakit.

“Peserta yang beresiko akan diarahkan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut ke faskes. Harapannya, semakin dini potensi risiko penyakit kronis dapat diketahui lebih awal dapat mencegah komplikasi lebih lanjut, karena pengobatan bisa dilakukan pada tahap awal sebelum menjadi lebih serius,” tambah Sari.

Salah satu peserta JKN, Dewi Kurniasari (40) merasakan secara langsung manfaat dari SKrining Riwayat Kesehatan. Melalui gawai miliknya dan mengisi 49 pertanyaan yang ditampilkan sesuai kelompok penyakit yang ada di Aplikasi Mobile JKN, dirinya memperoleh Gambaran kondisi kesehatan secara real time.

Baca juga:  Lampaui Target, Perputaran Ekonomi Solo Raya Great Sale Tembus Rp7,2 Triliun

“Hasil skrining saya, menunjukkan resiko tinggi diabetes melitus dan hipertensi. Berdasarkan hasil skrining tersebut selain diwajibkan menjaga pola hidup sehat, saya disarankan untuk mengunjungi faskes untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Dewi.

Dewi sangat terbantu dengan adanya program Skrining Riwayat Kesehatan, selain menyadarkan dirinya lebih memperhatikan kondisi tubuh, tentunya resiko penyakit yang ada dapat ditangani lebih dini.

“Diabetes Melitus dan Hipertensi, bisa berkembang menjadi berbagai komplikasi setahu saya. Saya bersyukur, hasil skrining bisa saya konsultasikan dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan dokter serta pemeriksaan laboratorium,” ujarnya.

Menurut pandangannya, apabila tidak skrining saat ini, dirinya akan terlambat menyadari dan pengobatan tidak akan seoptimal saat resiko penyakit diketahui sejak awal.

“Mumpung masih sehat, lebih baik lekas Skrining Riwayat Kesehatan, jika sudah jatuh sakit tentu kualitas hidup sudah menurun, lebih mencegah daripada mengobati,” tutupnya.(aln)


TERKINI

Rekomendasi

...