JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mengungkap terjadinya pelemahan kinerja transportasi di wilayah Jawa Tengah. Kondisi tersebut tercermin dari menurunnya jumlah penumpang angkutan udara dan laut berdasarkan rilis statistik Januari 2026.
Statistisi Ahli Madya BPS Jawa Tengah, Wisnu Nurdiyanto, menyampaikan jumlah penumpang angkutan udara yang berangkat dari Jawa Tengah pada November 2025 tercatat sebanyak 131.975 orang. Angka tersebut turun 12,31 persen dibandingkan Oktober 2025.
“Jumlah penumpang angkutan udara yang datang ke Jawa Tengah juga mengalami penurunan. BPS mencatat kedatangan penumpang udara mencapai 127.241 orang atau turun 15,11 persen dibandingkan bulan sebelumnya,” katanya.
Wisnu menjelaskan, penurunan tersebut mencerminkan melemahnya mobilitas masyarakat pada akhir 2025. Tren ini menjadi indikator awal dinamika transportasi memasuki awal tahun 2026.
Pada moda transportasi laut, BPS mencatat jumlah penumpang yang berangkat melalui pelabuhan utama di Jawa Tengah pada November 2025 mencapai 26.835 orang. Jumlah ini turun 12,76 persen dibandingkan Oktober 2025.
Sementara itu, jumlah penumpang yang datang melalui pelabuhan laut tercatat sebanyak 23.457 orang. Angka tersebut turun 16,16 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Menurut Wisnu Nurdiyanto, penurunan pada moda transportasi udara dan laut menunjukkan adanya perlambatan mobilitas secara umum. Data tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha sektor transportasi.
BPS Jawa Tengah menyatakan statistik transportasi ini digunakan sebagai dasar pemantauan aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah. Perkembangannya akan terus dicermati pada rilis-rilis berikutnya sepanjang 2026.(aln)



