25 C
Semarang
Kamis, 22 Januari 2026

Menuju Usia 75 Tahun, Sido Muncul Tegaskan Mutu Produk Berbasis Riset Ilmiah

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk menegaskan komitmennya menjaga mutu dan keamanan produk berbasis riset ilmiah menjelang usia ke-75 tahun pada November 2026. Komitmen tersebut menjadi fondasi perusahaan dalam mempertahankan kepercayaan konsumen lintas generasi.

Sido Muncul berawal dari usaha jamu rumahan yang dirintis di Yogyakarta pada 1930 dan resmi berdiri sebagai perusahaan pada 1951. Inovasi besar dilakukan pada 1992 melalui peluncuran Tolak Angin cair dalam kemasan sachet yang praktis dan higienis.

Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat menegaskan, sejak awal perusahaan tidak hanya memproduksi jamu tradisional, tetapi mengembangkan produk herbal berbasis penelitian ilmiah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap produk dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

“Sebagai perusahaan terbuka, kami tidak hanya mengandalkan warisan resep tradisional, tetapi memastikan kualitas dan keamanan produk teruji secara ilmiah,” kata Irwan, saat paparan uji khasiat dan toksisitas Tolak Angin di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Ia mengungkapkan, sejak tahun 2000 Sido Muncul telah melakukan uji toksisitas dan uji khasiat terhadap produk-produknya. Langkah tersebut tergolong maju pada masanya dan menjadikan Tolak Angin sebagai pionir jamu yang diuji secara ilmiah di Indonesia.

Baca juga:  Smartfren Sediakan Kartu Perdana Khusus Telering

“Kami tidak bisa bergantung pada opini, tetapi pada hasil riset. Uji toksisitas membuktikan Tolak Angin tidak merusak ginjal, hati, pankreas, dan tidak mengganggu hormon selama digunakan sesuai dosis,” ujarnya.

Peneliti Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Dr. apt. Ipang Djunarko, menjelaskan uji toksisitas subkronis dilakukan untuk memastikan keamanan penggunaan jangka panjang. Pengujian dilakukan selama 90 hari pada hewan uji dengan berbagai tingkatan dosis.

“Hasilnya tidak ditemukan efek toksik, tidak ada kematian, dan fungsi organ vital tetap normal,” kata Ipang.

Peneliti lainnya, apt. Phebe Hendra, Ph.D, menambahkan hasil uji menunjukkan Tolak Angin relatif aman digunakan dalam jangka panjang. Bahkan pada dosis yang jauh lebih tinggi dari anjuran, tidak ditemukan efek toksik yang signifikan.

Baca juga:  Danamon Berikan Solusi Layanan Seamless kepada Nasabah dan Komunitas

“Hasil ini menunjukkan margin keamanannya cukup baik selama digunakan sesuai dosis,” ujarnya.

Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Dr. dr. Neni Susilaningsih, M.Si, menyebut uji khasiat juga menunjukkan peningkatan respons imun tanpa memengaruhi fungsi ginjal dan hati. Hasil ini menjadi syarat penting agar Tolak Angin naik level dari jamu menjadi obat herbal terstandar.

“Inilah yang membuat Tolak Angin dapat naik level dan diakui secara regulasi,” katanya.

Komisaris Independen Sido Muncul, DR. Dr. Adib Khumaidi, Sp.OT, menegaskan riset ilmiah merupakan bentuk pertanggungjawaban perusahaan kepada publik. Menurutnya, seluruh proses produksi berbasis standar akademis dan profesional yang dapat diuji secara ilmiah.

“Produk herbal tetap harus aman, berkhasiat, dan berbasis pembuktian ilmiah,” tegas Adib.

Brand Ambassador Tolak Angin, Andy F. Noya dan Prof. Rhenald Kasali, menilai keterbukaan Sido Muncul terhadap riset menjadi kunci kepercayaan publik. Keduanya menilai Sido Muncul berhasil membawa jamu ke level industri modern tanpa meninggalkan akar tradisionalnya.(aln)


TERKINI

Rekomendasi

...