27 C
Semarang
Senin, 9 Februari 2026

BI Luncurkan Pedoman CSA-Biochar, Produktivitas Padi Naik 6,3 Persen

JATENGPOS.CO.ID,  SEMARANG – Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, dan Universitas Diponegoro meluncurkan buku pedoman implementasi model bisnis pertanian berkelanjutan berbasis Climate Smart Agriculture (CSA)–biochar, Senin (9/2/2026). Peluncuran ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong pertanian rendah emisi.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari menyampaikan, Jawa Tengah memiliki peran strategis dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya swasembada pangan. Karena itu, peningkatan produktivitas, efisiensi produksi, dan kesejahteraan petani perlu dilakukan secara kolaboratif.

“Jawa Tengah memiliki peran strategis dalam mendukung swasembada pangan nasional, sehingga diperlukan upaya bersama untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi produksi, dan kesejahteraan petani,” kata Andi Reina Sari.

Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Tanaman Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kus Prisetiahadi menekankan, pentingnya sinergi lintas lembaga dalam pengembangan sektor pertanian. Kolaborasi dinilai menjadi kunci percepatan adopsi teknologi pertanian adaptif dan berkelanjutan.

Baca juga:  Women20 Serukan Kesetaraan Gender di Bidang Kesehatan

“Sinergi dan kolaborasi antar lembaga memainkan peran penting untuk mendorong pengembangan sektor pertanian yang tangguh terhadap perubahan iklim,” ujar Kus Prisetiahadi.

Direktur Departemen Ekonomi – Keuangan Inklusif dan Hijau Bank Indonesia, Kurniawan Agung, secara resmi meluncurkan buku pedoman CSA-Biochar. Ia mendorong seluruh pemangku kepentingan bersinergi agar implementasi pertanian berkelanjutan dapat berjalan optimal di berbagai daerah.

“Buku pedoman ini diharapkan menjadi acuan praktis bagi pemangku kepentingan dan pelaku usaha pertanian dalam menerapkan CSA berbasis biochar secara berkelanjutan,” kata Kurniawan Agung.

Buku pedoman tersebut memuat pemanfaatan biochar, yakni material padat kaya karbon hasil pirolisis limbah biomassa, sebagai pembenah tanah. Teknologi ini mampu meningkatkan kesuburan tanah, efisiensi pupuk dan air, menekan emisi gas rumah kaca, serta meningkatkan produktivitas tanaman padi.

Baca juga:  Kejurnas Pertamax Turbo Sprint Rally Putaran Ketiga di Semarang, Pertamax Turbo Dongkrak Performa Pembalap Rally

“Hasil piloting menunjukkan produktivitas padi meningkat 6,3 persen sekaligus memperbaiki kualitas tanah dan efisiensi penggunaan input pertanian,” ungkapnya.

Diseminasi dilakukan melalui talkshow yang menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia, Kementerian Pertanian, dan LPPM Universitas Diponegoro. Kegiatan ini diikuti 125 peserta luring dan sekitar 50 peserta daring dari unsur kementerian dan lembaga, akademisi, perbankan, penyuluh pertanian, serta kelompok tani.

Kolaborasi pengembangan model bisnis CSA-Biochar telah dilaksanakan sejak 2025 melalui piloting di Grobogan. Ke depan, pedoman ini diharapkan dapat direplikasi secara luas guna memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendorong pertanian hijau berkelanjutan.(aln)



TERKINI

Rekomendasi

...