29 C
Semarang
Jumat, 13 Februari 2026

PLN Dorong Pertumbuhan Industri Selaras Arah Transisi Energi Nasional

 

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta menerima kunjungan Dewan Energi Nasional (DEN) dalam rangka meninjau kesiapan pasokan energi listrik serta perkembangan kebutuhan energi sektor industri di wilayah Jawa Tengah pada Kamis (12/2). Kunjungan kerja ini diawali dengan peninjauan langsung ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, dilanjutkan ke Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

General Manager PLN UID Jawa Tengah dan DIY, Bramantyo Anggun Pambudi menyampaikan bahwa kunjungan DEN menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan kebijakan energi nasional dengan dinamika kebutuhan energi di daerah, khususnya di kawasan industri yang terus tumbuh.

“Forum ini menjadi ruang strategis untuk melihat secara langsung perkembangan kebutuhan energi sektor industri, tantangan penyediaannya, serta peluang penguatan bauran energi dan efisiensi energi di Jawa Tengah,” ujar Bramantyo.

Ia menjelaskan, Jawa Tengah sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri nasional memerlukan perencanaan pasokan energi yang matang, didukung infrastruktur kelistrikan yang andal serta arah pengembangan energi bersih yang berkelanjutan.

Baca juga:  Honda Jateng Ajarkan #Cari_Aman Berkendara

Dari sisi kinerja, Bramantyo memaparkan bahwa sepanjang tahun 2025 penjualan tenaga listrik PLN UID Jawa Tengah dan DIY tercatat sebesar 35.804 GWh atau tumbuh 4,44 persen dibandingkan tahun sebelumnya

“Di Kawasan Ekonomi Khusus Kendal, sepanjang 2025 telah terealisasi penyambungan 13 pelanggan industri dengan total daya 208,8 MVA. Ke depan, kawasan ini masih memiliki potensi tambahan daya sekitar 90 MVA yang didukung pembangunan Gardu Induk (GI) 150 kV dengan progres pembangunan telah melampaui 80 persen,” tambah Bramantyo.

Dia juga menyampaikan bahwa di Kawasan Industri Terpadu Batang telah terealisasi penyambungan 60 pelanggan dengan daya tersambung 114,5 MVA. Selain potensi tambahan 15 pelanggan tegangan menengah, kawasan ini juga direncanakan pengembangan Data Center tegangan tinggi dengan kapasitas 2×74 MVA yang didukung oleh keberadaan GI 150 kV Banyuputih sebagai bagian dari komitmen PLN mendukung KEK Industropolis Batang.

“Pertumbuhan ini menjadi peluang sekaligus tanggung jawab bagi kami untuk memastikan pasokan listrik yang andal, kompetitif, dan selaras dengan arah Kebijakan Energi Nasional,” lanjut Bramantyo.

Baca juga:  Telkom Indonesia Kembali Raih Penghargaan Linkedin Top Companies 2024

Salah satu Anggota Dewan Energi Nasional dari unsur Pemangku Kepentingan (APK), Satya Widya Yudha menyampaikan apresiasinya terhadap kesiapan PLN UID Jawa Tengah dan DIY dalam mendukung pertumbuhan industri yang selaras dengan arah kebijakan energi nasional.

“Kami melihat secara langsung bahwa kebutuhan energi industri di Jawa Tengah terus meningkat dan memerlukan perencanaan yang terintegrasi. Kesiapan infrastruktur kelistrikan yang disiapkan PLN, termasuk dukungan terhadap kawasan industri strategis, menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing industri sekaligus mendorong transisi menuju energi yang lebih bersih,” ujarnya.

Sejalan dengan dengan hal tersebut, PLN UID Jawa Tengah dan DIY terus melakukan transformasi melalui penguatan sistem dan keandalan jaringan, percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan, dukungan pengembangan _green industry_, serta peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan dan program efisiensi energi. Disamping itu kolaborasi dengan berbagai pihak juga terus dilakukan untuk menjawab tantangan pertumbuhan kebutuhan energi industri secara andal dan berkelanjutan.(aln)



TERKINI

Rekomendasi

...