JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Jam masih menunjukkan pukul 07.00 WIB ketika Bias (33) sudah melaju dari Kendal menuju Masjid Al Wali di Ketileng Semarang, Kamis (19/2/2026). Pagi itu ia rela ijin dari kantornya demi berburu rupiah baru untuk dibagikan kepada keponakan saat Lebaran.
Tradisi berbagi uang baru memang selalu dinanti setiap Ramadan. Namun tahun ini caranya berbeda, karena penukaran dilakukan melalui aplikasi PINTAR milik Bank Indonesia yang membuat proses lebih terjadwal dan tertib.
Bias mengaku sempat ikut “perang” kuota saat pendaftaran online Aplikasi PINTAR Bank Indonesia dibuka pada 14 Februari 2026 pukul 14.00 WIB. Akses yang padat membuatnya menunggu hampir satu jam hingga akhirnya berhasil mendapatkan jadwal penukaran di Semarang.
“Yang penting dapat kuota dan jadwal. Setelah itu rasanya lega karena sudah pasti dilayani,” ujarnya.
Bersama tiga rekannya, ia memilih lokasi terdekat dari Kendal. Uang sebesar Rp2,8 juta dengan pecahan kecil akan dibagikan kepada keponakan sebagai bagian dari kebahagiaan Idulfitri.
Di Semarang, layanan kas keliling SERAMBI 2026 digelar di sejumlah titik strategis seperti Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Masjid Jami Al Qodar Sendangmulyo, Masjid Al Wali Ketileng, serta Masjid Undip Pleburan, dengan kuota masing-masing 300 penukar per titik. Setiap penukar datang sesuai jadwal yang tertera di aplikasi, menunjukkan bukti pemesanan online, lalu dilayani tanpa antre panjang.
Soraya (26), warga Kendal lainnya, juga merasakan kemudahan serupa. Ia menukar paket Rp2,8 juta dengan pecahan mulai Rp1.000 hingga Rp20.000 untuk diberikan kepada orang tuanya.
“Pelayanannya cepat dan tertib, tidak terlalu lama menunggu. Semoga ke depan kuotanya ditambah dan bisa dibuka juga di Kendal supaya tidak jauh-jauh,” katanya.
Wahyu Nofia (31), ibu rumah tangga asal Sayung, Demak, juga merasakan kemudahan itu saat ditemui di Masjid Al Qodar Sendangmulyo, Kamis (19/2/2026). Ia menukar paket maksimal Rp5,3 juta dengan pecahan Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, Rp20.000, hingga Rp50.000.
“Memudahkan bagi saya sih, apalagi dekat rumah jadi nggak perlu ke kantor. Baru pertama kali pakai aplikasi, biasanya pakai tiket daftar. Kemarin itu dari jam 14.00 sampai jam 16.00 baru bisa masuk,” katanya.
Menurutnya, uang tersebut rencananya akan dibagikan kepada keluarga, keponakan, dan orang tuanya saat Lebaran nanti. Meski sempat antri masuk web demi mendapatkan kuota, ia merasa sistem aplikasi membuat proses di lokasi jauh lebih nyaman.
Di balik layanan yang terasa sederhana itu, persiapan besar telah dilakukan. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho menyampaikan, BI bersama perbankan menyiapkan Uang Layak Edar (ULE) sebesar Rp26,32 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 2026.
Sebanyak 251 titik layanan penukaran dibuka di seluruh Jawa Tengah melalui kerja sama dengan perbankan di wilayah Semarang, Purwokerto, Tegal, dan Solo. Layanan berlangsung mulai 18 Februari hingga 13 Maret 2026.
“Melalui PINTAR, penukaran menjadi lebih mudah, tertib, dan terjadwal sehingga mengurangi kepadatan antrean. Distribusi uang rupiah pun bisa berjalan lebih efisien dan merata,” ujarnya.
Digitalisasi layanan ini menjadi wajah baru tradisi lama. Di tangan masyarakat, rupiah baru tetap menjadi simbol berbagi dan kebahagiaan, namun kini dengan proses yang lebih modern, nyaman, dan pasti.(aln)






