JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus menjadi harapan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, terutama penderita penyakit katastropik. Pengobatan rutin yang dijalani peserta membuat kepercayaan terhadap program ini tetap terjaga hingga kini.
Adelina Puspitasari (30), warga Borobudur, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang merasakan langsung manfaat Program JKN saat berjuang melawan talasemia sejak duduk di bangku sekolah dasar. Ibu satu anak itu mengaku kemudahan akses layanan kesehatan sangat membantunya bertahan hingga sekarang.
“Saya kena talasemia sejak umur sembilan tahun, waktu kecil sering lemas, pusing dan badan kelihatan pucat. Dulu dibawa ibu ke puskesmas, awalnya dikira anemia biasa lalu diberi rujukan ke rumah sakit untuk transfusi,” ujarnya saat ditemui di kediamannya, Senin (23/2/2026).
Ia menuturkan, kondisinya sempat tidak kunjung membaik meski sudah menjalani transfusi. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, kadar hemoglobinnya diketahui hanya mencapai angka empat.
“Karena itu akhirnya dilakukan cek HbE untuk memastikan kelainan darah, dan dari hasil tersebut saya divonis talasemia,” katanya.
Sebagai peserta JKN melalui skema Universal Health Coverage (UHC) yang dibiayai Pemerintah Kota Semarang, Adelina mengaku bersyukur tidak mengalami kendala selama menjalani pengobatan. Mulai dari tindakan medis, ketersediaan obat, hingga transfusi darah rutin semuanya terlayani dengan baik.
“Alhamdulillah dari dulu sampai sekarang tidak pernah ada kendala, apalagi saat saya hamil, adanya UHC ini sangat membantu keluarga kami,” ungkapnya.
Saat ini ia rutin menjalani transfusi darah dua minggu sekali di RSUP Dr. Kariadi. Setelah transfusi, tubuhnya terasa lebih bugar sehingga dapat kembali beraktivitas.
Adelina juga mengapresiasi perkembangan layanan JKN, termasuk kemudahan perpanjangan surat rujukan langsung di rumah sakit bagi pasien talasemia. Menurutnya, kemudahan tersebut sangat berarti bagi pasien dengan kebutuhan pengobatan jangka panjang.
“Dengan adanya program JKN dan UHC ini tentu sangat membantu, apalagi soal biaya yang tidak sedikit karena harus transfusi rutin dan minum obat. Tidak terbayangkan kalau harus pakai biaya mandiri,” tambahnya.
Ia berharap, Program JKN terus berjalan baik dan membantu lebih banyak masyarakat, khususnya penderita penyakit katastropik.
“Tentunya saya mengucapkan terima kasih, dengan adanya BPJS Kesehatan dan UHC ini sangat membantu pengobatan saya dari dulu hingga saat ini,” tutupnya.(aln)






