28 C
Semarang
Jumat, 27 Februari 2026

Dirut BULOG Sidak Pasar Johar dan Kanjengan

*Harga Pangan Saat Ramadan dan Jelang Idul Fitri Terkendali

 

 

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Direktur Utama Perum BULOG Letjen (Purn) TNI Ahmad Rizal melakukan inspeksi mendadak di Pasar Johar dan Pasar Kanjengan Semarang, Jumat (27/2/2026). Sidak dilakukan untuk memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1447 H.

 

Ia didampingi Direktur Pengadaan Perum BULOG, Prihastyo Setyanto, dan Pemimpin Perum BULOG Jawa Tengah, Sri Muniati. Turut hadir Dinas Ketahanan Pangan provinsi dan kabupaten serta Tim Satgas Pangan Jawa Tengah.

 

Direktur Utama Perum BULOG, Letjen (Purn) TNI Ahmad Rizal mengatakan, peninjauan dilakukan atas arahan Presiden, Menteri Pertanian, dan Menko Pangan agar harga tetap terkendali. Evaluasi saat Natal dan Tahun Baru menjadi acuan pengendalian harga pada momentum Ramadan dan Lebaran tahun ini.

 

“Berkaca dari Natal dan Tahun Baru, alhamdulillah harga bisa kita kendalikan dengan stabil. Harapan kami di Ramadan dan menjelang Idul Fitri ini situasi tetap kondusif dan harga terjaga,” ujarnya.

 

Ia menyebut hasil pantauan di dua pasar tersebut menunjukkan mayoritas komoditas dalam kondisi stabil. Beberapa bahkan mengalami penurunan harga.

Baca juga:  PLN dan Kementerian ESDM Berikan Bantuan Listrik Gratis

 

“Beras stabil sesuai harga eceran tertinggi, baik premium maupun medium. Daging sapi di Semarang Rp130.000 per kilogram dari sebelumnya Rp140.000, ayam turun dari Rp40.000 menjadi Rp35.000, telur dari Rp30.000 menjadi Rp29.000,” jelasnya.

 

Menurutnya, stabilitas harga tidak lepas dari sinergi produsen, distributor, pengecer, dan Satgas Pangan. Pengawasan dilakukan secara rutin untuk memastikan distribusi berjalan lancar.

 

Namun demikian, terdapat kenaikan pada komoditas cabai akibat faktor cuaca. Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir memengaruhi produksi dan pasokan.

 

“Cabai merah keriting sekitar Rp50.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp82.000 per kilogram. Ini karena musim hujan, tetapi dibanding Jakarta yang sempat di atas Rp100.000, harga di Semarang masih lebih rendah,” katanya.

 

Ia menambahkan, BULOG akan berkoordinasi dengan sentra produksi cabai di Magelang dan sekitarnya untuk menjaga kelancaran pasokan. Distribusi yang lancar diharapkan mampu menekan gejolak harga di tingkat konsumen.

 

Selain pemantauan harga, pemerintah juga telah memberlakukan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Pembelian (HAP) untuk komoditas sembako. Daftar harga wajib dipasang di pasar sebagai acuan pedagang dan informasi bagi masyarakat.

Baca juga:  PLN Sukses Meriahkan ASEAN Para Games 2022

 

“Tujuannya agar pembeli mengetahui harga acuan dan pedagang tidak menjual di atas ketentuan. Ini juga menjadi alat kontrol bagi Satgas Pangan untuk mengecek jika ada pelanggaran,” terangnya.

 

Ahmad Rizal menegaskan pihaknya juga mengantisipasi potensi penimbunan menjelang Lebaran. Patroli dan pendalaman lapangan dilakukan bersama aparat penegak hukum.

 

“Jika terbukti ada penimbunan, tentu ada sanksi sesuai aturan pemerintah. Kami tidak akan ragu menindak oknum yang mencoba mengambil keuntungan dengan cara melanggar hukum,” tandasnya.

 

Ia mengimbau para pedagang tidak menaikkan harga secara berlebihan selama Ramadan dan Idul Fitri. Pemerintah memberi ruang keuntungan usaha, namun tetap dalam koridor regulasi agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

 

“Harapan kami, masyarakat bisa menjalani Ramadan dan Idul Fitri dengan nyaman, harga terjangkau, dan situasi pangan tetap stabil,” pungkasnya.(aln)



TERKINI

Rekomendasi

...