31 C
Semarang
Senin, 2 Maret 2026

JNE Catat Lonjakan Pengiriman 20–30 Persen Jelang Lebaran

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Industri logistik nasional diproyeksikan kembali tumbuh positif menjelang Ramadan dan Idul Fitri tahun ini. Peningkatan belanja online dan aktivitas UMKM menjadi pendorong utama kenaikan volume pengiriman.

Kepala Cabang JNE Semarang, Wahyu Sangerti Alam mengatakan, momen Ramadan dan Idul Fitri selalu menjadi periode puncak aktivitas pengiriman setiap tahun. Peningkatan konsumsi masyarakat, kiriman parsel, hingga transaksi e-commerce mendorong kebutuhan layanan logistik secara signifikan.

“Ramadan dan Idul Fitri menjadi momentum puncak aktivitas logistik setiap tahunnya, seiring meningkatnya konsumsi masyarakat dan transaksi e-commerce,” ujarnya.

Wahyu menjelaskan, secara nasional JNE memproyeksikan pertumbuhan volume pengiriman selama Ramadan tahun ini berada di kisaran 20–30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Proyeksi tersebut dinilai masih sejalan dengan tren pertumbuhan industri logistik yang terdorong digitalisasi.

Baca juga:  Manulife Indonesia dan IPB Jalin Kerjasama

Menurutnya sektor fesyen, makanan dan minuman, serta kebutuhan rumah tangga menjadi kontributor utama lonjakan pengiriman. Selain itu meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan JNE turut memperkuat pertumbuhan tersebut.

Dalam menghadapi lonjakan RAFI (Ramadan dan Idul Fitri), JNE telah melakukan penguatan infrastruktur dan kapasitas operasional secara menyeluruh. Kesiapan itu didukung lebih dari 50.000 karyawan dan 11.000 unit armada di seluruh Indonesia.

Perusahaan juga mengoptimalkan Mega Hub seluas 4 hektare di kawasan dekat Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, yang dilengkapi Automatic Sorting Center untuk mempercepat proses sortir dan distribusi kiriman. Jaringan lebih dari 8.000 titik layanan di seluruh Indonesia turut dimaksimalkan dengan penyesuaian jam operasional serta pengaturan rute distribusi di titik bervolume tinggi.

“Kami juga memperkuat sinergi dengan berbagai mitra transportasi dan menerapkan strategi distribusi multimoda agar pengiriman tetap lancar,” katanya.

Baca juga:  Airlangga Hartarto: Arahan Presiden, Karantina Jemaah Umrah dan PPLN Hanya Berlaku Sehari

Ia mengakui sejumlah tantangan berpotensi muncul selama periode mudik, seperti kepadatan arus lalu lintas, pembatasan angkutan darat, hingga faktor cuaca. Namun berbagai risiko tersebut telah diantisipasi melalui optimalisasi jalur darat, udara, dan laut serta pemanfaatan sistem pemantauan real-time untuk menjaga ketepatan waktu pengiriman sesuai standar layanan.

Terkait operasional saat hari raya, layanan JNE tetap berjalan dengan penyesuaian di sejumlah titik layanan. Langkah ini dilakukan agar kebutuhan pengiriman masyarakat tetap terlayani meski terdapat hari libur nasional yang berdekatan di awal tahun.

“Kami optimistis dapat menjaga kualitas layanan selama Ramadan dan Idul Fitri, karena ketika ekosistem tempat kami berada tumbuh sehat, JNE juga akan tumbuh bersama,” tandasnya.(aln)



TERKINI

Rekomendasi

...