JATENGPOS.CO.ID, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan memastikan stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga di tengah dinamika global dan domestik. Penegasan itu disampaikan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK per 25 Februari 2026.
RDK menilai ketahanan industri keuangan nasional masih kuat meski dibayangi tensi geopolitik dan fragmentasi geoekonomi global. Risiko penurunan tetap diwaspadai, terutama akibat eskalasi konflik di Timur Tengah dan dinamika kebijakan perdagangan Amerika Serikat.
Dari sisi domestik, perekonomian Indonesia pada kuartal IV 2025 tumbuh 5,39 persen yoy sehingga sepanjang 2025 mencapai 5,11 persen. Inflasi meningkat akibat efek basis rendah, sementara aktivitas manufaktur tetap berada di zona ekspansif pada awal 2026.
Di pasar modal, tekanan mulai mereda pada Februari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 8.235,49 atau terkoreksi 1,13 persen secara month to date.
Nilai transaksi harian saham tercatat Rp25,62 triliun dan konsisten di atas Rp20 triliun sejak Agustus 2025. Jumlah investor pasar modal tumbuh 12,34 persen secara year to date menjadi 22,88 juta investor.
Penghimpunan dana korporasi melalui pasar modal hingga akhir Februari 2026 mencapai Rp39,09 triliun dari 32 penawaran umum efek bersifat utang dan/atau sukuk. Di sisi lain, nilai kelolaan industri investasi masih meningkat dengan Asset Under Management menembus Rp1.115,71 triliun.
Pada sektor perbankan, kredit Januari 2026 tumbuh 9,96 persen yoy menjadi Rp8.557 triliun. Dana pihak ketiga meningkat 13,48 persen yoy menjadi Rp10.076 triliun dengan likuiditas dan permodalan tetap di atas ambang batas ketentuan.
Rasio kredit bermasalah (NPL) gross tercatat 2,14 persen dan NPL net 0,82 persen. Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 25,87 persen dinilai menjadi bantalan kuat menghadapi ketidakpastian global.
Di sektor perasuransian dan dana pensiun, total aset industri asuransi mencapai Rp1.214,82 triliun atau tumbuh 5,96 persen yoy. Dana pensiun mencatatkan aset Rp1.686,11 triliun atau naik 11,21 persen yoy.
Sementara itu, sektor pembiayaan dan pinjaman daring menunjukkan pertumbuhan positif dengan risiko terjaga. Outstanding pinjaman daring tumbuh 25,52 persen yoy menjadi Rp98,54 triliun dengan tingkat kredit macet agregat 4,38 persen.
Dalam aspek pelindungan konsumen, OJK mencatat 65.139 permintaan layanan melalui Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen sejak awal tahun, termasuk 9.323 pengaduan. OJK juga menghentikan 951 entitas pinjaman online ilegal dan dua investasi ilegal hingga 26 Februari 2026.
Melalui Indonesia Anti-Scam Centre, sejak beroperasi November 2024 hingga Februari 2026, sebanyak 436.727 rekening telah diblokir dengan total dana korban yang diamankan Rp566,1 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp167 miliar berhasil dikembalikan kepada 1.072 korban penipuan digital.
OJK menegaskan, akan terus memperkuat reformasi struktural pasar modal, pengawasan sektor perbankan, serta pengembangan inovasi keuangan digital. Langkah tersebut ditempuh guna menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.(aln)







